NISN akan digunakan hingga Perguruan Tinggi
Hari ini, 3 Maret 2010, bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Pendidikan Nasional, Sawangan; Menteri Pendidikan Nasional, bapak Muhammad Nuh menyampaikan sebuah statemen yang sangat membahagiakan, yaitu meminta kepada rektor-rektor Perguruan Tinggi agar dapat menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sejajar dengan NIM yang saat ini sudah ada.
Hal ini bertujuan agar data peserta didik dapat terlacak hingga sampai Perguruan Tinggi.
Statemen ini seperti air yang sejuk di tengah dahaga NISN sejak “tidak bertuan” dan “tidak diperhatikan” mulai tahun 2008.
NISN adalah bagian dari program Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dirintis sejak tahun 2006 oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN), serta sempat mengalami pasang surut di dalam pengelolaannya.
Masih lekat di ingatan saya sewaktu berdiskusi pada awal tahun 2006 mengenai program NISN. Amat banyak suara-suara “sumbang” dan miring yang beranggapan bahwa program ini hanyalah sekedar program mimpi. Bagaimana mungkin mendata ulang seluruh siswa di Indonesia ? Juga apa mungkin membangun sebuah database raksasa yang melingkupi puluhan juta siswa ?
Belum lagi masalah berikutnya, yaitu siapa yang akan menginput data segitu banyaknya, dan bagaimana validasi dari data tersebut dilaksanakan.
Namun, setelah 4 tahun berjalan, termasuk 2 tahun terakhir tanpa dukungan dana, hari ini Menteri Pendidikan Nasional mengakui program ini dan akan lebih meningkatkan sampai ke perguruan tinggi.
Selamat saya ucapkan kepada pencetus program Dapodik, yaitu Bapak Gatot Hari Priowirjanto, juga kepada tim pengembang aplikasi Dapodik yang sudah bekerja keras, dan tidak lupa kepada teman-teman di Biro PKLN yang masih setia mengawal dan yang terpenting lagi adalah operator Dapodik di seluruh Indonesia yang masih tetap berjibaku dengan data, mutasi, dan permintaan lainnya.
Semoga ini tidak hanya sampai ke kalimat saja, tapi dibuktikan dengan dasar hukum dan petunjuk pelaksanaan, sehingga dapat dikembangkan sampai kepada program BOS, Rehab Gedung, dan program lainnya.
Tulisan terkait:
9 Comments
Other Links to this Post
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI




By muhammad yakup, 3 March 2010 @ 21:25
kalau nisn sampai ke perguruan tinggi, maka saya juga turut berbahagia atas informasi yang bapak sampaikan, saya dari dinas pendidikan kota tanjungbalai prop sumut, merasakan selama ini operator dapodik seperti tidak ada perhatian, kalau memang itu terjadi maka kita – kita ini akan menjadi berharga.
By khalidmustafa, 4 March 2010 @ 05:45
Bukan cuman operator di daerah yang tidak diperhatikan, di pusat-pun sebenarnya tidak ada dana sama sekali.
Teman-teman pengembang dan data center juga tidak diperhatikan.
Mudah2an dengan kebijakan Mendiknas yang baru, maka program ini dapat lebih dikembangkan di masa akan datang
By muhammad makmur hasan, 4 March 2010 @ 07:44
saya juga turut senang jika nisn nantinya dapat berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi lagi, tapi saya berharap kiranya dapodik pusat dapat meberikan solusi kepada daerah yang tidak mengelola NISN dengan baik. karna saya melihat masih bayak kab/kota yang tidak berjalan
By vandister, 4 March 2010 @ 08:24
sebenarnya data-data dapodik ini menjadi data utama untuk membuat keputusan-keputusan dan kebijakan-kebijakan dari pusat. oleh karenanya sudah seharusnya, sepatutnya dan sepantasnya para PEJUANG DAPODIK ini kita perhatikan, bersama-sama kita dukung kerja dan rencananya agar semakin matang Pendidikan kita. MAJU TERUS PENDIDIKAN INDONESIA.
By Wahyudi way, 4 March 2010 @ 14:11
Akan lebih bagus lagi, kalu kita usul dan perjuangkan supaya NISN juga dicantumkan dalam SKHUN, SKHUASBN,dan Ijazah juga, biar keberadaan NISN kita lebih MANTAB. Kapan itu terwujud YA?
By Adi prabowo, 4 March 2010 @ 14:29
Semoga NISN , Dapodik tidak mati suri,..emang ahkir2 agak menurun ayo kita bangkitkan lagi mohon dari pusat lebih bersemangat
By zhie, 4 March 2010 @ 14:44
Wah. Alhamdulillah akhirnya semakin bercahaya~
By Abemaru66, 4 March 2010 @ 15:31
Semoga DAPODIK semakin berkembang…..maju terus pendidikan Indonesia!!!!!!
semoga kedepannya para operator lebih diperhatikan lagi ~,~…
Operator Kota Cilegon
By Agoest D. Irawan, 4 March 2010 @ 21:03
Saya sangat memahami betapa berat kerja sahabat2 di DAPODIK pusat untuk “merawat” sekian puluh juta data dengan resource yang “apa adanya” sebagaimana pula yang dialami operator DAPODIK daerah. Jadi, jangan menyerah…..jangan menyerah…..hidup adalah anugerah !