Tentang Saya
Wah, liat judulnya saja sudah benar-benar serius yah
tapi inilah saya apa adanya, kalau dilihat sepintas selalu serius, kalau nulis di milis kadang membuat orang jengkel
Saya coba menuliskan tentang diri dan sejarah hidup disini deh, tapi mungkin saja tidak akan berurutan karena nulisnya tergantung mood saja…
Eng..ing..enggg…..dimulai (halah, gak penting banget…)
seorang orok merah akhirnya dilahirkan pada tanggal 17 Juni 1977, hari Jumat, pukul 12.30 (cuman kira-kira lho, karena kata ibu waktu itu orang sedang Jumatan), diatas rumah tradisional di daerah LumpuE Pare-Pare, tepatnya di Jalan Pemandian No. 17…kalau orang Bugis atau Makassar biasanya bilang “balla’ lompoa”
sewaktu dilahirkan, dan karena bertepatan dengan orang sekitar pulang dari Jumatan, langsung pada azanin dan iqamat. Kata ibu, lumayan rame waktu itu
nah, yang anehnya, dan sampai saat ini, di akte lahir tertulis lahir di Ujung Pandang….
rupanya, sewaktu di lahirkan, karena kondisi saat itu ditangani secara tradisional, makanya ortu segera membawa orok itu ke Ujung Pandang, dan mendarat dengan sukses di Rumah Sakit Bersalin Sentosa (lupa alamatnya dimana, tapi sekarang masih ada sih..), karena dibawa kesana, makanya surat kenal lahirnya dikeluarkan oleh rumah sakit itu yang menjadi dasar akte kelahiran…jadilah disetiap surat yang berurusan dengan “tempat/tanggal lahir” selalu tertulis “Ujung Pandang/17 Juni 1977″
Masa-masa kecil yang dilalui tidak terlalu banyak saya ingat sih, mungkin karena otak tentang masa itu sudah ketimpa memori-memori lain…
Tapi ada beberapa hal yang masih terlintas dalam memori sewaktu halaman ini ditulis…
Masa Pra Sekolah (ceileee..kayak prasejarah saja
)
Apa yang saya ingat pada masa ini ? Mainan….motor…..pagar halaman berwarna merah, pagar rumah berwarna hijau putih dan pagar pintu depan berwarna hijau….
Jadi ingat, mainan yang paling saya suka itu kuda-kudaan yang makai pompa, jadi kalau pompanya ditekan, kudanya jalan…warna pompa dan selangnya kuning dan warna kudanya merah
(mungkin ini sebabnya anak kecil suka mainan yang berwarna yah, karena mudah diingat oleh indera mereka)…
Ingat motor biru (nantinya jadi tau namanya adalah Yamaha tahun 75) yang suka saya naikin dengan berkhayal menjalankan motor itu dan menjadi pembalap
Ingat pagar belakang yang berwarna merah..(padahal kata ortu, dulunya dari bambu yang coklat), tapi ini saja yang keingt (rupanya itu warna meni kayu, zat dasar untuk mengecat)…
Ada tambahan nih yang saya ingat…kolam ikan mas di dalam rumah…dibuat ayah diruang tamu, dari semen dengan alas dari plastik…suka banget liat ikannya yang berwarna warni…
Dinding rumah berwarna hijau putih, terbuat dari anyaman bambu (di Makassar disebut gamecca) yang putihnya kalau dipegang suka melengket di tangan dan segera diusap oleh ibu (karena dicat dengan menggunakan kapur) dan sering dilarang untuk dipegang karena takut ketusuk… (samar-samar memang pernah kena nih…cuman benar-benar samar-samar sekali ingatnya…)
Pagar depan berwarna biru muda…dan luasss (yah, seluas pandangan anak kecil sih…sekarang sempiitttt…)
Pada masa ini, ada pengalaman yang cukup berkesan, karena saking berkesannya masih cukup jelas dalam ingatan…
Pada usia 5 tahun, ayah dan ibu mengajak saya jalan-jalan (katanya sih keliling Jawa dan Bali), dan beberapa memori yang masih jelas teringat berkaitan dengan pengalaman ini adalah:
-
di atas kereta api, berdinding hijau…dalam ingatan masih segar warna hijau mudanya dengan jendelanya dan pohon-pohon yang dilewati oleh kereta itu…
-
penjual es (yah…bener…penjual es keliling), yaitu seorang anak, menggunakan baju kaos dan celana merah, membawa termos es di tangan kanan dan bel di tangan kiri. waktu itu posisi saya digendong oleh ibu dan menghadap ke belakang. anak itu sempat menoleh ke saya dan berjalan ke sebuah gapura berukir. Rupanya saat itu saya ada di Bali…
Satu kenangan yang bahagia bersama keluarga secara lengkap (sampai sekarang masih terasa sedih…mengapa hal itu tidak berlangsung dalam waktu yang lama….nantilah di blog ini akan saya tuliskan juga…) adalah masa dimana saya berada diatas…ya…diatas meja makan bersama ibu dan ayah…
tapi entah, mengapa itu menjadi sebuah kenangan terakhir untuk berkumpul sebagai sebuah keluarga yang lengkap, karena kisah di bawah ini semuanya tidak menggambarkan ayah lagi..
Masa Taman Kanak-Kanak
Cukup banyak yang saya ingat pada masa ini, dimulai dengan seragam putih dan merah muda
dan rutinitas berangkat ke sekolah bersama ibu.
Khusus ibu akan saya tulis tersendiri…
Karena ibu bekerja sebagai PNS pada SKODAM XIV Hasanuddin (sekarang menjadi KODAM VII Wirabuana), dan saya sekolah di TK Periska Postel (sekarang TK Merpati Pos) yang berdekatan dengan Kantor ibu, maka rutinitas berangkat dan pulang sekolah bersama ibu terus dilakukan…selama setahun.
Oh iya…karena saya sudah mengenal huruf dan angka sebelum masuk TK, maka di TK tersebut saya dimasukkan dalam kelas 0 besar
Rutinitas bangun pagi-pagi (benar-benar pagi), yaitu bangun jam 5.15, mandi 15 menit sampai setengah 6, berpakaian 15 menit dan makan 10 menit selalu dilakoni, karena mobil penjemput (memakai truk tentara) selalu siap pukul 6.10 pagi di jalan garuda, yang membutuhkan waktu 3-5 menit berjalan kaki. (mungkin karena terbiasa dengan pola militer ini jadi sekarang saya terbiasa bekerja dengan jadwal yah…).
Masing teringat naik truk harus diangkat oleh ibu dan disambut oleh teman-teman ibu diatas mobil…masih teringat gerakan mobil yang berbelok kiri dan kanan…dan canda dari teman-teman kerja ibu yang sering gemes (hehehe…)
dari kantor, saya diajak jalan ke TK oleh ibu dan ditungguin beberapa menit…setelah itu ibu kembali lagi ke kantor untuk bekerja…
TK tersebut mengasyikkan, minimal dalam pandangan anak kecil…banyak mainan…banyak bola-bola kecil…banyak mainan yang bisa dipanjat (namanya halang rintang klu gak salah), tapi sayang, untuk mainan yang berbau fisik, saya kurang suka memainkan, mungkin itulah sebab atau akibat dari kondisi fisik saya yang lemah…
satu yang membanggakan sewaktu di TK adalah saya terpilih untuk ikut tampil menjadi peserta orkestra Angklung
, jadi sebelum Malaysia ribut-ribut soal angklung, pada tahun 1982 (saya berusia 5 tahun tamat dari TK), pada konser penamatan, saya sudah memainkan angklung…Sayang saya sudah lupa lagi lagu yang dibawakan, tapi salah satu yang masih diingat adalah lagu “Ibu Kita Kartini.”
Karena TK pulang jam 11, maka ibu kembali menjemput dan membawa ke kantor untuk menunggu jam pulang (jam 2 siang), nah sewaktu menunggu inilah saya bermain-main di ruangan ibu, mondar-mandir keliling di halaman kantor atau bermain-main dengan kotak korek api yang kosong dan laba-laba (dulu suka memasukkan laba-laba kecil ke dalam kotak korek api…sadis juga yah…), tapi jarang sampai mati, karena keburu penasaran , jadi sering dibuka dan laba-labanya melarikan diri
)
kalau ibu apel pulang, kadang saya tungguin di ruangan, menunggu apel selesai dan pernah (cuman amat samar ingatannya), ikut bareng apel pulang dengan tetap memeluk kaki ibu
yah..masa-masa TK yang bahagia, dan memang tanpa beban…
Masa Sekolah Dasar
Usia belum cukup 6 tahun rupanya sedikit membuat permasalahan untuk bisa melanjutkan ke Sekolah Dasar. Menurut ibu (soalnya sama sekali tidak ada dalam memori), sebelum masuk, saya ditest dulu untuk kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Namun karena mampu menjawab, maka saya diterima di SD. Syukurlah, karena SD tersebut termasuk yang terbaik di Kota Ujung Pandang, yaitu SDN Kompleks Mangkura.
Karena masih amat kecil, dan juga karena letak sekolah yang jauh dari kantor ibu, saya diantar oleh tetangga sebelah rumah. Namanya Burhanuddin, tapi saya sering panggil “kak bulang.” Waktu itu dia masih SMP dan diantar dengan menggunakan sepeda (masih ingat sepeda jaman dulu, biasa disebut sepeda engkel, berwarna hitam, dengan lampu di depannya), baik pergi sekolah ataupun dijemput sepulang sekolah. Saya diantar jemput sampai kelas 2 atau kelas 3 (soalnya sudah lupa..).
Guru kelas 1 saya bernama Ibu Zaniar, perawakannya agak gemuk dan akrab dengan anak-anak. Masih ingat beliau mengajar dengan simpatik dan menenangkan anak-anak yang sering menangis karena ditinggal orang tuanya.
Setelah naik ke kelas 2, SDN Kompleks Mangkura dipisah menjadi 6 sekolah, yaitu SD mangkura 1, 2, 3, 4, 5 dan Inpres. Kebetulan saya kena pemindahan ke SD Mangkura Inpres. Akhirnya, karena orang tua beranggapan bahwa guru-guru yang terbaik itu berada di SD Mangkura 1, maka saya dipindah kembali ke SD Mangkura 1.
Guru kelas 2, bernama ibu Retno, orangnya cukup pendiam dan penyabar, beliau mengajar hingga ke kelas 3. Banyak pengalaman-pengalaman kecil disini, termasuk kegiatan-kegiatan yang “mendebarkan dan menakutkan”….yaitu…mengunjungi “gudang” sekolah
Banyak cerita-ceritas beredar bahwa gudang tersebut berhantu, ada sumur tua di dalamnya, dan lain-lain, dan lain-lain yang tentu saja membuat takut sekaligus penasaran untuk anak SD
Kelas 4, diasuh oleh seorang Bapak guru, sayang nama beliau sudah saya lupa. Mungkin karena anak-anak cenderung lebih dekat ke wanita yah…
Pada masa SD ini sepertinya badai ekonomi mulai menghantam keluarga (akan saya ceritakan di tulisan yang lain). Selama 6 tahun, hampir bisa dihitung dengan jari ibu memberikan uang jajan maupun uang untuk transportasi.
Masih segar dalam ingatan, kotak bekal yang diberi serta kotak air putih yang dibawa setiap hari. Isinya kadang nasi dengan ikan, atau nasi dengan telur mata sapi. Atau kadang roti dengan telur mata sapi
Kalau jam istirahat tiba, saya pasti menjauh ke gedung SD Mangkura Inpres (satu-satunya yang bertingkat) dan makan di pojokan, karena takut dimintai oleh teman-teman (soalnya kalau diminta pasti tidak akan cukup). Kadang melihat teman belanja di warung, terasa amat ngiler tapi apa daya tidak ada uang di kantong. kalaupun ada, cuman dengan pesan yang amat kuat, hanya digunakan kalau terpaksa….jadi menikmati makanan hanya kalau diberi teman atau dibayarkan
Kelas 4, mulai merasakan kerasnya hidup, karena biaya antar jemput juga cukup terasa, ibu dalam kondisi mengandung adik saya, akhirnya saya mengajukan diri untuk berjalan kaki saja pulang pergi ke sekolah. Yah, memang tidak terlalu jauh, sekitar 1 sampai 1,5 Km saja dari rumah, tapi untuk ukuran anak SD itu cukup lumayan…
Kalau hujan, dengan menggunakan mantel hujan dan sepatu dimasukkan dalam kantor plastik, tetap berjalan kaki menembus derasnya hujan.
Kelas 5, saya menemui guru yang paling berkesan, yaitu Bu Zaniar, selama 2 tahun sampai kelas 6 beliau terus mengajar saya. 1 pelajaran yang paling berkesan dan yang paling berharga adalah pelajaran matematika yang dibawakan oleh beliau. Saat teman-teman secara sembunyi-sembunyi sudah menggunakan kalkulator (dimana saat itu hanya dimiliki maksimal 3 orang saja, karena harganya selangit menurut kantong anak SD), juga oleh beliau sangat haram digunakan di kelasnya. Beliau selalu berkata “Tuhan menciptakan jari kalian berjumlah 10 itu ada maksudnya, juga Tuhan menciptakan otak kalian itu ada maksudnya, maka gunakanlah jari dan otak kalian untuk menghitung.” 1 istilah yang beliau gunakan untuk istilah “mencongak” adalah “komputer otak” dimana komputer saat itu adalah sebuah benda yang hanya ada di alam mimpi. Otak saya amat terasah pada kelas 5 dan 6 ini, dimana perhitungan-perhitungan harus dilakukan tanpa kalkulator, kertas dan pinsil. Baru boleh menggunakan pinsil dan kertas untuk perhitungan yang cukup rumit.
Doa terus saya panjatkan untuk ibu guru Zaniar dimanapun beliau berada sekarang. Saya tidak akan bisa menjadi seperti ini tanpa Beliau…
Pada masa SD ini rupanya bakat seni saya muncul…gak tau bagaimana, tiba-tiba ditunjuk menjadi anggota paduan suara
Akhirnya sukses dengan tampil di TVRI (waktu itu hanya ada 1 stasiun TV lho…jadi bisa tampil di TVRI sudah banggaaaa….)
Selain kisah-kisah diatas, rupanya penyakit lumayan parah menyerang saya juga diwaktu SD ini. Dimulai dengan batuk yang berkelanjutan hingga 3 bulan lamanya sampai dengan flu yang tidak pernah berhenti.
Akhirnya, pada saat di rontgen, dokter memvonis, kena Bronchitis
dan dengan konsekwensi, tidak boleh ikut semua pelajaran olahraga, tidak boleh mandi malam, kedinginan dan lain-lain. Akhirnya selama 2 minggu, setiap 2 hari sekali, pada jam istirahat sekolah, saya harus ke RS Pelamonia untuk suntik Penicilin. Masih teringat setiap 2 hari sekali bergiliran pantat kiri dan kanan disuntik…
Penyakit flu, rupanya diakibatkan karena alergi debu, maka sukses juga setiap bulan ke dokter THT untuk dibersihkan. Masih ingat perasaan gak enak saat kapas dimasukkan ke dalam hidung untuk dibersihkan…hiihh..
Akibat dari alergi debu inilah sampai sekarang ini, diusia kepala 3, dalam kantong celana selalu tersedia sapu tangan, yang digunakan untuk menutupi hidung dari debu…
Yah…kisah jaman SD yang penuh lika liku (yang bisa dibukukan setebal 1000 halaman, hehehe) ini diselesaikan dengan EBTANAS, dan lulus dengan NEM 42,81 (lumayan untuk 5 mata pelajaran)
Masa Sekolah Menengah Pertama
Babak baru kehidupan dimulai…mulai dengan kesana-kemari mengajukan pendaftaran SMP sampai ngurus berkas kiri kanan…
Di Ujung Pandang, ada 2 sekolah yang dinyatakan favorit, yaitu SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 3. Berhubung standar NEM di SMP 6 lumayan tinggi, yaitu 43,00 maka saya didaftarkan di SMP Negeri 3, Jl. Baji Gau. Kenapa di sekolah ini ? Karena rupanya selain favorit juga ibu dan saudara-saudaranya sebagian besar lulusan dari sekolah ini…
Masa-masa sulit berlanjut disini…sambil mengandung anak ketiga, ibu mulai berjualan es…baik es batu, es lilin maupun es kue….
Masih teringat jelas bagaimana setiap jam 4 sore ibu ke pasar, membeli bahan-bahan es, terdiri dari plastik, tepung hunkwe, gula, perasa dan pewarna. Jam 6 sore mulai memasak air untuk es tersebut (Kami tidak pernah menggunakan air mentah, karena ibu sangat memperhatikan kesehatan) dan memasukkan es ke dalam plastiknya. Disini saya sering membantu untuk mengikat plastik-plastik tersebut dengan karet gelang dan memasukkan ke dalam freezer. Jam 12 malam ibu selalu membalik es tersebut, agar manisnya merata tidak berkumpul di bagian bawah saja. Jam 3 atau 4, es kue yang harus dibalik. Jam setengah 6 memasukkan es es tersebut ke dalam termos es dan bersiap ke kantor.
Saya setelah mandi dan bersiap ke sekolah dengan berpakaian sekolah membawa 2 termos es ke SD Mattoanging (kadan naik angkot dan kadang berjalan kaki) dengan jarak 1,5 Km dari rumah. Pada masa-masa ini, sepeda BMX sedang marak-maraknya, kadang iri melihat anak-anak lain berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda, sedangkan saya jalan kaki dengan menenteng termos es. Setelah menitipkan termos es tersebut kepada sepupu yang menjual es di SD itu, saya melanjutkan berjalan kaki ke sekolah (tambah 1,5 Km lagi).
Kebiasaan membawa bekal masih berlanjut sampai SMP, tapi dari hasil menjual es, kadang ada Rp. 200 – 500 yang bisa dibawa. Itu digunakan untuk membeli Ubi Kayu kalau sedang tidak membawa bekal. Makan mie bakso adalah hal yang luar biasa langka, karena harganya yang lumayan tinggi (Rp. 500) dan biasanya hanya terjadi kalau ditraktir oleh teman.
Sepulang sekolah, biasanya singgah ke taman bacaan (namanya taman bacaan Fakta), karena memang saya hobi membaca, dengan Rp. 50 – 100 bisa membawa pulang 5 jilid kho ping hoo atau buku cerita 5 sekawan atau sherlock holmes. Tapi biasanya saya membaca buku dulu disana menunggu waktu pulang anak-anak SD. Setelah jam 1 atau setengah 2, kembali ke SD mattoanging tadi untuk mengambil termos ES yang kosong, dan melanjutkan berjalan kaki ke rumah.
Di rumah, mencuci termos es dan mengisi yang baru serta menjajakan es keliling…ess….esssss…..siapa mau beli esssssss……
Ngomong-ngomong soal hobi, hobi membaca saya sepertinya tumbuh dengan amat subur di masa SMP ini. Berhubung TV dirumah hanya hitam putih, fisik yang agak sulit untuk bermain secara fisik dengan teman-teman lain (seperti sepak bola, basket, dll) maka pelarian utama adalah membaca dan membaca. Sampai selalu dijuluki “kutu buku.”
Kalau ke rumah sepupu yang sudah SMA, yang pertama dicari adalah koran , majalah atau malah buku pelajaran mereka
Pada saat ini juga saya menjadi anggota perpustakaan wilayah, dimana rutinitas meminjam buku setiap 3 hari sekali (untung karena gratis) selalu dilakukan. Satu prestasi yang cukup membanggakan, adalah pernah mejadi Juara 2 Lomba Minat Baca se-Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 1992
Lika liku hidup mulai terbangun sejak di SMP ini, dan saya mulai terbuka dengan kondisi ekonomi dan kondisi sekitar keluarga. Disinilah saya belajar banyak untuk tidak terlalu banyak menuntut apa-apa, disinilah saya belajar untuk menghargai apa adanya…
Guru yang saya ingat hanya beberapa, yaitu Guru Bahasa Inggris (yang berhasil membuat pelajaran Bahasa Inggris menjadi amat menyenangkan), Guru Olah Raga (pak Saleh Bahang, yang paling mengerti kalau saya tidak bisa berolah raga) dan guru PKK yang mengajar membuat kue di rumahnya, menyuruh anak-anak membawa rantang/panci besar, dan akhirnya setiap anak hanya memperoleh 1 potongan kecil
Pendidikan di SMP ditutup dengan EBTANAS dan dengan NEM 46,37. Yah…memang tidak sebaik di SD, tapi pada jaman itu sudah cukup tinggi dan memperoleh juara Umum 3 di SMP Negeri 3
Masa Sekolah Menengah Atas
NEM 46,37 rupanya cukup ampuh untuk menembus beberapa SMA di Ujung Pandang, tapi pengalaman hidup yang telah saya alami memberikan sebuah keputusan bahwa “Saya Tidak MAU Kuliah, tapi MAU KERJA.”
Jadilah tiket bebas masuk SMA Negeri 2 Ujung Pandang dibuang begitu saja. Dan mencoba peruntungan dengan ikut ujian masuk SMF (Sekolah Menengah Farmasi) Depkes.
SMF ini hanya ada satu-satunya di Indonesia Timur, jumlah yang diterima juga hanya 1 kelas (40 orang), sedangkan pendaftarnya ada ratusan. Jadi bisa dibayangkan bagaimana persaingan disana.
Ujian demi ujian diikuti, malah tes tertulis yang diberikan jauh lebih berat dan lebih sulit dibandingkan dengan EBTANAS. Juga ujian kesehatan yang lumayan ketat dan psikotest. Akhirnya, hasil ujian diumumkan dan saya berada pada peringkat ke 11
Namun, pada saat yang bersamaan, saya juga mendaftar pada STM Pembangunan Negeri Ujung Pandang. Informasinya dapat dari kakak tiri (kisah lain lagi akan saya ceritakan…). Saat mendaftar, saya benar-benar buta tentang sekolah yang dinamakan STM ini. Malah untuk jurusannya, dipilihkan oleh kakak, dengan anggapan, dia bisa membantu kalau masalah pelajaran. Akhirnya saya juga mendaftar di STM tersebut dan mengambil jurusan Teknik Elektronika.
Sebagai satu-satunya STM Pembangunan di luar pulau Jawa (hanya ada 8 STM Pembangunan di Indonesia, 7 di pulau Jawa, dan pendidikannya bukan 3 tahun, melainkan 4 tahun), maka sistem seleksi juga dilakukan dengan cukup ketat. Dan bagi yang meraih peringkat 1 hingga 3 pada waktu seleksi akan memperoleh Beasiswa. Wah…sebuah tawaran yang cukup menggiurkan….
Setelah diumumkan, dan mencari serta membolak balik surat kabar yang mencantumkan nama dan nomor test hasil, dan setelah sempat putus asa (soalnya saya mencari pada urutan tengah ke bawah), rupanya saya lulus di urutan pertama
(makanya susah nyarinya…)
Disini masalah baru muncul, yang manakah yang saya pilih ? SMA Negeri 2 (langsung masuk karena NEM), SMF Depkes (yang mempunya jaminan kerja setelah lulus dan hanya 1 di Indonesia Timur) dan STM Pembangunan (yang peringkat 1 dan jaminan Beasiswa)…
Akhirnya, setelah berpikir, utamanya menyangkut ekonomi orang tua, saya memilih masuk di STM Pembangunan.
Uang beasiswanya saya belikan sepeda (yang sudah diidam-idamkan sejak SMP), karena bisa menghemat transport. Jarak STM ini dengan rumah adalah 7 Km, jadi 14 Km untuk pulang pergi. kalau naik angkot harus nyambung 2 kali.
Jadilah saya anak STM…………….
Tahun pertama, tidak terlalu banyak yang terjadi, cuman berusaha untuk belajar dan belajar, karena sebagian besar yang diperoleh adalah hal yang baru. Belajar tentang resistor, transistor, menyolder, AVO Meter dan lain-lain. Mungkin karena berhadapan dengan hal-hal yang baru inilah maka semangat belajar tetap tinggi. Dan sampai akhir, tetap memperoleh Beasiswa Supersemar, dimana berarti, selama sekolah 4 tahun, seluruhnya dibiayai oleh pemerintah
Di STM inilah awal mula saya berkenalan dengan organisasi, dimana setelah mulai masuk sekolah sudah terdaftar sebagai anggota dalam kepengurusan OSIS (sayang udah lupa nama seksinya…). Namun mulai aktif turun di Organisasi pada semester 2, yaitu di SPM (Siswa Pencinta Mushalla – makasih untuk rekan Ronny Cahyadi, yang mendorong saya yang ogah-ogahan untuk mulai ngumpul-ngumpul).
Justru awal mula aktif di SPM inilah yang bergulir semakin cepat, seperti efek domino. Saya mulai menyukai organisasi dan segala hal didalamnya (jadi ingat, masa-masa awal ikut SPM, dimulai dengan LDK atau Latihan Dasar Kepemimpinan), termsuk intrik-intrik politiknya.
Kelas 2, sudah sangat aktif di OSIS dan menjadi Wakil Ketua OSIS (Ketuanya bernama Lukman, dari Jurusan Listrik Industri) dan akhirnya menjadi Ketua OSIS di Kelas 3.
Wah, kalau diceritakan pengalaman di STM ini, maka bisa jadi 1 buku lagi dengan 1000 halaman
. Yang jelas, sangat berwarna warni, mulai dari religius sampai yang berantakan ada disini. Mulai dari rajin belajar sampai rajin tawuran
Di STM inilah beberapa prestasi mulai saya raih, dimulai dari menjuarai berbagai lomba Elektronika (Juara 2 Lomba Kreatifitas Elektro Teknik, UMI – sayang yang juara 1 adalah mahasiswa UMI sendiri
), Juara 2 lomba Elektronika oleh Poltek UNHAS, Juara 2 LKS Elektro se- Sulawesi Selatan, Juara 1 Lomba Pidato se Kota Makassar, Juara 1 Lomba Baca puisi (penting gak yah….hehehe…) dan masih banyak lagi….
Bisa dikatakan bahwa tahun-tahun keemasan itu berada saat saya masih di STM.
Masa-masa ngumpul dengan teman-teman, masa-masa aktif beladiri (sampai ikut 3 jenis beladiri
), masa-masa aktif begadang (di tempat kost teman-teman…miss u guys…) dan masa-masa merenung sendiri memikirkan jati diri….
1 orang guru yang amat berkesan dan akhirnya mewarnai kehidupan dan pola pikir saya sampai saat ini adalah Pak Djamaluddin Syam. Beliau banyak bercerita tentang hidup dan kehidupan dan meminjamkan sebuah buku yang membuka mata saya. Yaitu “Berpikir Positif” atau “Positif Thinking” karya “Norman Vincent Peale.”
Akhir masa sekolah menengah atas dan masa bekerja adalah sebuah masa yang saling bertautan, jadi ceritanya akan saya gabungkan pada masa bekerja…
Masa Bekerja (NV. Hadji Kalla)
Pada akhir semester 7 (ingat, saya bersekolah di STM Pembangunan yang masa belajarnya sampai semester 8), tiba-tiba ada pengumuman yang tertempel pada papan pengumuman sekolah, berisi lowongan kerja untuk bekerja pada NV. Hadji Kalla, sebuah perusahaan otomotif yang sangat besar dan terkenal di Indonesia Timur.
Sehubungan dengan sugesti yang amat kuat sejak SMP, dimana dalam pikiran dan hati sudah tidak ada niatan sama sekali untuk melanjutkan kuliah dan memang berkeinginan untuk bekerja agar dapat meringankan beban ibu, maka saya mendaftar untuk ikut dalam test di perusahaan tersebut.
Lagi-lagi rangkaian test yang cukup melelahkan dilakukan. Mulai ujian tertulis yang lagi-lagi lebih berat dari EBTANAS (kami sudah ikut ebtanas di semester 6…) dan psikotest yang dilaksanakan secara lengkap, mulai dari pagi hingga sore (sudah 3 kali ikut psikotest, baru kali ini mengikuti yang benar-benar lengkap dan lama, sampai ada peserta lain yang muntah-muntah karena pening…) dan test kesehatan yang sampai harus rontgen segala, akhirnya saya lulus dan termasuk dari 2 orang yang masuk pada penerimaan tersebut. Total yang diterima adalah 20 orang, tapi yang ikut mengikuti pelatihan sejumlah 18 orang saja.
Ada kesalahan persepsi dari saya setelah masuk dan mengikuti training di perusahaan ini. Saya mengira akan bekerja sesuai dengan bidang saya, yaitu elektronika, sehingga yang dikerjakan adalah kelistrikan mobil, pencahayaan, tape, speaker, dan lain-lain….rupanya tidak seperti itu, saya harus benar-benar terjun ke dalam dunia otomotif, maka jadilah saya belajar apa yang disebut dengan rem, transmisi, kanvas kopling, dan lain-lain…lucunya…sewaktu masuk di sinilah baru saya mengetahui bahwa mobil itu punya lampu mundur
3 bulan awal adalah masa-masa pelatihan, mulai dari belajar di dalam kelas, sampai bongkar pasang mesin dan perangkatnya pada engine trainer. Pengalaman push up, jalan kodok, disetrum dengan cara megang kabel busi dengan kecepatan mesin 3000 rpm (serius loh….) dan lain-lain mewarnai masa ini. Dan yang menyedihkan, mungkin karena memaksa dari segi fisik, pada pelatihan ini saya mulai terkena 2 kali penyakit gejala thypus (parathypus).
Yang membahagiakan adalah pada saat menerima gaji pertama, rasanya semua barang di dunia hendak dibeli, padahal hanya terima Rp. 95.000,- ….. hehehehe….akhirnya semuanya diberikan kepada Ibu sebagai tanda terima kasih kepada beliau.
Setelah 3 bulan training, akhirnya masuk kepada masa OJT atau On The Job Training selama 3 bulan berikutnya, dimana kami langsung bekerja di bengkel dengan tetap diawasi oleh 1 orang teknisi senior. Lumayan, pada masa OJT, gaji akhirnya naik menjadi Rp. 135.000,-
Ditempat inilah saya pertama kali mengemudikan mobil, dimana pada saat pertama kali mengendarai mobil dimulai dengan memundurkan Toyota Dyna yang sukses dengan rusaknya pintu kemudi sebelah kanan…hahahaha…. (saking gemetarnya, mundurkan mobil dengan pintu kemudi terbuka…sampai sekarang masih senyum-senyum ingat ketololan saya…)
Kesuksesan kedua sewaktu test drive mobil pelanggan yang melakukan servis mesin / penyetelan mesin. Sedang asik-asiknya mengemudi keliling bengkel, baru diinfokan oleh pemilikinya bahwa rem kendaraan tersebut blong, maka sukseslah berhenti dengan cara menabrak kendaraan lain yang diparkir….hehehehe….
Setelah 1 tahun di bagian mesin yang ditandai dengan suksesnya kena 8 kali gejala thypus, akhirnya saya dipindah ke bagian PDS (Pre Delivery Service) yaitu satu divisi yang menangani pemeriksaan kendaraan baru sebelum dikirim ke pelanggan. Disini juga bakat komputer yang dipelajari di STM lebih dipupuk. Salah satunya adalah saya berhasil mengungkap sebuah kecurangan yang dilakukan salah seorang pegawai disana yang menggunakan sistem jaringan (waktu itu berbasis Novell Netware) untuk memalsukan slip pembayaran. Pengetahuan WS, Lotus, dan MS Windows saya berkembang disini. Juga sedikit masalah jaringan. Padahal sangat minat dengan sistem jaringan yang ada, sayangnya bagian teknik jaringan di perusahaan itu amat sangat pelit ilmu sekali
Setelah 2 tahun bekerja disini, dengan segala suka dukanya, akhirnya saya mengundurkan diri dan menjadi pengangguran selama 2 bulan
Masa Bekerja (Makassar Perkasa Computer)
Setelah resmi keluar dari NV. Hadji Kalla, saya banyak merenung dan mencoba untuk kembali ke STM setelah jarang muncul di tempat tersebut. Rupanya rejeki memang tidak kemana-mana….
Setelah Shalat Jumat di Mushalla STM, lagi-lagi datang rekan sekelas saya, Ronny Cahyadi yang menawarkan pekerjaan di tempat kerjanya…saya masih ingat kata-katanya waktu itu, “Lid, ko mau kerja ? Tempat kerjaku butuh orang hardware, kalo ko mau, datang besok untuk test nah…” Hahahaha…masih terbayang cara dan dialek omongan dia, but anyway, makasih banyak sobat, kamu sudah berbuat sangat banyak untuk saya
Keesokan harinya (Sabtu), saya datang ke lokasi Makassar Perkasa Computer (selanjutnya saya singkat MPC saja…) yang terletak di Jalan Harimau No. 30. Wah…lokasinya di jalan sempit, dan tokonya rupanya sebuah rumah yang disulap menjadi sebuah toko komputer. Pemandangan awal yang terlihat adalah tumpukan pita printer untuk Epson, mungkin ada ratusan banyaknya pada rak tersebut. Dan diselingi dengan Kotak Disket berbagai jenis.
Setelah nongol di pintu, Ronny langsung memperkenalkan saya kepada pimpinan MPC, seorang Bapak agak gemuk berkulit putih bermata sipit bernama Benny (kisah ancur-ancuran bersama boss saya ini akan saya coba ceritakan di kisah yang lain yah…). Dengan cueknya, dia langsung ngomong, “Ini temannya Ronny yah, coba di test dulu yah…tuh di dalam ada 2 monitor komputer yang rusak, coba diperbaiki, kalau bisa diperbaiki kamu bisa masuk mulai hari ini..”
Mati aku…boro-boro buka monitor, tau rangkaian blok monitor komputer saja lom pernah, maklum, di STM dulu hanya belajar memperbaiki Televisi…
Tapi dengan semangat “anda pasti bisa, jika anda pikir bisa” saya memberanikan diri menuju ruang hardware tempat 2 monitor tersebut tergeletak. Masih teringat sambutan ramah 2 orang teknisi disana, yang satu bernama Dani (bagian software) dan satu lagi lupa namanya
yang menangani pengiriman barang. Dan memang disana tidak ada yang menangani hardware, setiap ada kerusakan monitor ataupun power supply akan segera disub ke toko lainnya.
2 monitor itu tergeletak begitu saja dipojok ruangan, satu terlihat masih baru dan satu lagi sudah agak kekuningan. Saya pertama kali mengambil yang baru dan mencoba memasukkan power listrik…
Awalnya, ada tanda elektrik pada layar, yang berarti power supply dan rangkaian tegangan tinggi bekerja, tapi dilayar tidak ada tampilan apapun. Akhirnya setelah mematikan power, saya memberanikan diri membuka casing monitor. Cukup malu juga, karena untuk membuka monitor itu harus minta tolong kepada teknisi lainnya (mas Dani), pasti dalam hati ngomong, “teknisi hardware kok gak tau buka monitor.”
Setelah terbuka…….eurekaaaa………….rupanya hanya kumparan defleksi yang terbuka dari tabungnya. Akhirnya dengan percaya diri, memasang kumparan defleksi dan segera test monitor dalam kondisi masih terbuka. Alhamdulillah, monitornya berfungsi dengan indahnya
. Saya segera memanggil boss dan memamerkan dengan rasa bangga (ya iyalahh…namanya juga pertama kali buka monitor, eh, langsung berhasil….bangga doongggg…hehehehe). Pak Benny cuman manggut-manggut dan bilang,” Oke, segera packing, segel dan juallll.”
Monitor kedua rupanya mengalami kerusakan biasa, yaitu kerusakan pada transistor Horisontal Output, cukup mudah, dan sama saja dengan rangkaian televisi. Dengan menggunakan motor (waktu itu saya udah memakai motor Ibu, yamaha 75), saya mencari komponennya, trus solder dan …sim salabim…monitor itu juga berfungsi dengan indahnya …..benar-benar hari yang membahagiakan….akhirnya, saya resmi bekerja sebagai karyawan di Makassar Perkasa Computer
Disinilah ilmu komputer saya terasah, bahkan bisa disebutkan bahwa ilmu yang saya kuasai saat ini, sebagian besar diasah disini. Tugas sebagai tenaga hardware saya lakoni dengan semangat, walau sebagian besar benar-benar adalah hal yang baru. Namun, disela-sela kerjaan timah dan nyolder, saya mencoba mempelajari segala hal tentang software. Dimulai dengan “mengintip” mas Dani menginstall Windows dan Office, dan dengan coba-coba menggunakan HDD yang dijual (hehehe, untuk ini saya ucapin makasih banyak ke pak Benny, walaupun kadang baru saja diinstall sudah harus diformat ulang karena harddisknya laku terjual…). Saya juga belajar merakit komputer dan segala pernak perniknya.
Lama kelamaan, MPC menjadi semakin besar dan berkembang, mulai dari mengadakan mobil sendiri sampai akhirnya pindah kantor ke Jl. Cumi-Cumi di sebuah ruko berlantai 3. (masih ingat waktu pindah-pindah dan ngecet kantor disana…). Lebih berat lagi sewaktu Dani keluar dari MPC dan mendirikan toko komputer sendiri. Akhirnya saya yang full menangani software karena untuk hardware telah ditangani orang lain. Disini saya benar-benar belajar untuk menangani permasalahan dengan cepat, coba bayangkan, disini saya terbiasa menginstall 4 komputer secara paralel sambil merakit 2 unit lainnya.
Banyak cerita indah dan sedih disini, malah disinilah saya merasakan hitam putihnya dunia…mulai dari M Club, Pharoz, Zig-Zag (ayoo..orang makassar pasti tahu tempat ini..) sampai benteng, nusantara, veteran (hehehe…).
Di MPC saya mulai akrab dengan internet, mulai berlangganan indosat, nangura net dan telkomnet instan. Mulai bergabung dengan berbagai milis komputer sampai mengirim dan menerima pesanan melalui email.
Di tempat inilah saya memperdalam sistem jaringan, walaupun baru sistem dasar saja. Yaitu windows NT secara software dan instalasi jaringan fisik sederhana (crimping, setting network card, dll).
Cukup lama saya bekerja ditempat ini, hampir 2,5 tahun bersama-sama berkecimpung dalam suka duka membesarkan tempat ini. Dari hanya memiliki 1 kantor di jalan kecil nan kumuh, hingga akhirnya memiliki 2 kantor (di jalan cumi-cumi dan jalan diponegoro). Malah saat ini saya dengar sudah memiliki 4 kantor. Akhirnya tiba juga saat “perpisahan” dimana saya pindah ke kantor berikutnya
Masa Bekerja (CV. Indomitra Prima Lestari – Indomitracom)
Kantor yang ini sebenarnya salah satu mitra kerja dari MPC, namun karena tawaran salary yang cukup baik dan kesempatan untuk mengembangkan diri lebih besar dan lebih menantang, saya akhirnya menerima tawaran dari Pak Syaiful sebagai “owner” dari perusahaan ini.
Disinilah bakat marketing dan usaha saya tertantang, karena dengan kantor yang cukup kecil di Jalan Kijang, supply perangkat komputer yang amat terbatas (malah sebagian besar mengambil barang dari MPC dan dijual kembali) serta pemasaran yang masih kecil saya dituntut untuk bisa survive.
Akhirnya, dengan kerjasama dengan rekan-rekan teknis yang ada (Ardiansyah sebagai teknisi software dan Nuhung Hambali sebagai teknisi hardware), kami berusaha mendobrak kebuntuan yang ada. Modal internet dan networking supplier dimanfaatkan maksimal. Perlahan namun pasti jaringan pemasaran diperkuat. Saya mencoba menawarkan jasa maintenance rutin kepada beberapa perusahaan dan sekolah. Dan akhirnya sukses di beberapa tempat. PLN Sulawesi Selatan, Yayasan Pendidikan Gunung Sari, Angkasapura, Fak. Kedokteran Unhas adalah beberapa client yang rutin dikunjungi.
Di tempat kerja inilah, bersama rekan saya Ardiansyah atau biasa disebut “Adi Gugun” mulai belajar mengoprek Linux SuSE 6,0 (ada beberapa kejadian lucu, tapi nanti deh saya ceritakan di tulisan lainnya tentang pengalaman pertama menginstall linux…). Dengan bantuan dan komunikasi dari Pak Adi Nugroho, dulu EDP di SIEMENS dan sekarang sudah menjadi Boss ISP iNterNUX di Makassar, kami turun dengan sistem jaringan berbasis linux.
Disini jugalah pengetahuan Novell Netware saya berkembang. Keberhasilan membuat diskless berbasis Novell dengan menggunakan Bootrom untuk 1 laboratorium, cukup membanggakan pada waktu itu
Dengan fasilitas internet unlimited yang tersedia mengakibatkan saya cukup aktif mengikuti beberapa mailing list (belum ada yahoogroups waktu itu, sebagian besar ada di egroups.com), termasuk mulai aktif di mailing list dikmenjur@egroups.com
Keaktifan di milis dikmenjur inilah yang mengubah masa depan saya secara drastis.
Karena mulai tertarik dengan dunia pendidikan, saya mulai ikut berpartisipasi pada beberapa kegiatan yang berkaitan dengan TI di dunia pendidikan, diantaranya adalah program TI tandem (mengajar web design pada siswa SMK Negeri 1 dan 8), ikut pada kegiatan Sumpah Internet Pemuda (SIP) tahun 2000 dan Millenium Internet Roadshow tahun 2001. Kegiatan-kegiatan ini jugalah yang membuat saya akhirnya meninggalkan dunia bisnis dan terjun ke dalam dunia pendidikan secara total…
Masa Bekerja (STM Panca Marga)
STM Panca Marga ini dulunya adalah salah satu client dari Indomitracom, karena semua perawatan komputernya ditangani oleh perusahaan tersebut. Setelah beberapa kali kunjungan, akhirnya saya berdiskusi cukup panjang dengan salah satu pengelola disana bernama pak Aharuddin. Pak Ahar (begitu biasa dipanggil), menawarkan kerjasama untuk lebih serius mengelola pendidikan. Karena saat itu STM Pancamarga baru saja membuka program keahlian atau jurusan TIK (Teknik Informatika Komersial, salah satu pengembangan dari TI Tandem), sedangkan SDM dalam bidang TI hampir tidak ada sama sekali.
Akhirnya, karena kecintaan dengan dunia pendidikan, saya menerima tawaran tersebut dan mulai bekerja sebagai Ketua Program Studi merangkap wali kelas dan merangkap guru di sekolah tersebut.
Hari-hari pertama mengajar cukup mengasyikkan, dan terus mengasikkan hingga selesai. Berhadapan dengan siswa yang amat haus ilmu pengetahuan adalah dunia yang luar biasa. Hal-hal yang menurut saya adalah sesuatu yang biasa, bagi mereka merupakan hal yang luaarrrrr biasa…..
Sedih juga sih pada awal masuk untuk mengajar, melihat mereka yang sudah kelas 3, merakit komputer saja tidak bisa ![]()
Membedakan antara processor Pentium 166 dengan 233 juga sulit…
Mungkin inilah potret pendidikan kita, mulai saat itu hingga hari ini…
Melihat hal tersebut, saya bertekad akan mengubah total proses pembelajaran yang ada. Semua pembelajaran untuk TI sifatnya praktek, tidak ada teori-teorian, kalaupun ada teori akan dilakukan di ruang praktek. Tugas melalui email. Yang tidak punya email tidak akan memperoleh nilai. Setiap minggu ada diskusi kelompok, membahas berbagai komponen komputer yang diambil dari majalah komputer atau brosur-brosur yang ada.
Saat pameran komputer, saya mewajibkan seluruh siswa untuk datang kesana dan membuat laporan yang berbeda untuk setiap kelompok. Ada yang bertugas untuk mencari informasi VGA Card terbaru, ada yang bertugas mencari Sound Card terbaru dan lain-lain. Setelah itu, secara bergantian mereka harus mempresentasikan produk itu seolah-olah merekalah panjualnya. Dan teman-teman mereka wajib untuk bertanya apapun seputar produk itu. Nilai diperoleh dari berapa persen pertanyaan mampu mereka jawab
Terkadang pada saat pameran komputer, saya mengumpulkan di salah satu pojok ruang pameran yang tidak terpakai, melantai bersama mereka dan menjelaskan hal-hal yang belum mereka pahami. Tentu saja , sebelumnya saya harus berkeliling semua stand yang ada dan mempelajari setiap barang yang dipamerkan….khan malu kalau justru gurunya yang tidak bisa menjawab….hehehe…
Alhamdulillah, dengan konsep seperti ini, STM Pancamarga, dari sekolah yang sama sekali tidak terdengar dalam bidang TI, menjadi Juara I tingkat Propinsi Sulawesi Selatan dalam bidang Technical Support dan Juara 3 Nasional untuk kategori Group dan Juara 2 Nasional untuk Kategori TS (siswanya atas nama Nasrun) pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional di Bandung pada tahun 2000. Ini dapat dicapai hanya dalam tempo 1 (satu) tahun
Namun, yang namanya akhir pasti akan ada, karena konflik dengan kepala sekolah yang sekaligus pengurus yayasan juga, akhirnya saya mengundurkan diri dari sekolah tersebut. Sayang…padahal karena konsisten dengan komitmen yang saya buat dalam waktu satu tahun, kualitas disana sudah sangat meningkat..sayangnya..karena masalah ego hal itu dilupakan…tapi…show must go on
Masa Bekerja (SMK Tri Tunggal 45 Makassar)
Selepas dari STM Panca Marga, bekerjasama dengan Pak Ahar dan Pak Harmanto (seorang guru saya di STM Pembangunan, yang pada saat sekolah ini didirikan menjadi Kepala Seksi Kurikulum di Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan), maka kami bertiga mendirikan sekolah dengan nama Tri Tunggal 45. Mengapa bernama tritunggal ? karena yang mendirikan adalah 3 orang. Dan mengapa ada angka 45 ? Karena gedung yang digunakan itu atas ijin dari Andi Sose, pemilik yayasan 45.
Wah, disinilah saya belajar dari awal untuk mendirikan sekolah. Dari mengurus akte notaris untuk mendirikan yayasan, mengurus ijin mendirikan sekolah, mencari dana untuk membangun sekolah, membeli papan tripleks untuk sekat ruang kelas, dan mencari bangku kayu untuk mengisi ruang kelas.
Tidak kalah pentingnya untuk melakukan promosi untuk menggaet calon siswa baru. Mencari guru-guru yang hendak mengajar. Hingga mempersiapkan pendaftaran dan penerimaan siswa baru.
Banyak hal yang cukup menggelikan, pada masa MOS (Masa Orientasi Siswa), ruang kelas masih belum jadi, juga meja kursi belum ada satupun, sehingga siswa masih dilarang naik ke lantai 3 (sebagai info, sekolah Tri Tunggal 45 menempati gedung 3 lantai, lantai 1 adalah gedung/aula serbaguna milik yayasan 45, lantai 2 ruang kosong dan lantai 3 sebagai ruang kelas), dengan alasan “di lantai 3 masih pengerjaan listrik, jadi banyak kabel berseliweran….” hehehe…jadi senyum-senyum sendiri….
Namun, dengan kondisi apa adanya, akhirnya mampu meraih 120 orang siswa baru, sebuah jumlah yang cukup fantastis bagi sebuah sekolah yang sama sekali baru
Disekolah ini, saya merangkap sebagai Wakil Kepala Sekolah, Ketua Program Keahlian, Wali Kelas dan Guru yang mengajar 3 mata pelajaran sekaligus
Yang cukup membuat gempar, sebagian siswa saya di STM Panca Marga berkeras untuk ikut bergabung di sekolah ini, padahal mereka saat ini sudah berada di kelas 2. Akhirnya, setelah perdebatan yang cukup seru dengan dinas pendidikan kota maupun propinsi, dengan orang tua siswa dan perang dingin dengan STM Panca Marga, akhirnya 8 orang pindah dari STM Panca Marga dengan konsekwensi turun kembali ke kelas 1.
Pola pendidikan di STM Panca Marga kembali saya gunakan di sekolah ini. Pendidikan IT yang cukup ketat, walaupun dengan sarana dan prasarana yang amat terbatas sekali, cukup berhasil menempa mereka. Dan akhirnya, juara umum LKS tingkat Propinsi kembali diraih dan juara II tingkat nasional selama 2 (dua) tahun berturut-turut juga terpegang.
Bahagia juga rasanya melihat hasil didikan bisa ikut “berbicara” pada level nasional.
Namun, sekali lagi terjadi kondisi seperti di STM Panca Marga….
Rupanya uang kembali bisa membutakan seseorang…
Perbedaan prinsip dan komitmen mengakibatkan saya dan pak Harmanto mundur dari sekolah ini dan menyerahkan semuanya kepada Pak Ahar. Saya malah mencoret nama dari akte notaris, agar tidak ada sangkutan apa-apa lagi dengan sekolah ini di masa yang akan datang…
Masa Bekerja (BPG Ujung Pandang / LPMP Sulawesi Selatan)
Sewaktu masih aktif di SMK Tritunggal 45, pak Harmanto memperoleh jabatan baru dan terangkat sebagai Kepala BPG (Balai Penataran Guru) Ujungpandang.
Sekali-sekali saya datang ke kantor beliau untuk mengeset komputer di ruangan beliau atau di laptop beliau apabila mengalami sedikit masalah. Hubungan saya dengan beliau dengan berbagai pengalaman bersama, sudah lebih daripada murid dengan guru, sudah menyerupai anak dengan bapaknya, sehingga dalam diskusi sehari-hari sudah sangat akrab.
Hingga pada satu waktu, saat saya sedang mengecek laptop beliau yang dilaporkan sangat lambat, beliau berkata “Lid, disini lagi ada penerimaan pegawai, mau jadi PNS tidak ?”
“Ah, gak mau pak, saya sukanya bebas saja, gak mau terikat”, kata saya
“Yah, coba-coba khan gak apa-apa, tidak rugi kok.”
“Ok deh, saya coba-coba saja ya pak”, jawab saya
Selanjutnya beliau menghubugi stafnya dan meminta 1 berkas pendaftaran untuk saya isi. Waktu itupun saya isi dengan ogah-ogahan saja
Akhirnya, setelah mengikuti test yang ada, plus psikotest (yang agak gampang karena sudah mengikuti sewaktu di NV. Hadji Kalla), akhirnya saya dinyatakan lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil
Nah, kebetulan saya keluar dari SMK Tritunggal 45, jadi bisa penuh bekerja di BPG saat itu. Memang rencana Tuhan itu sulit dipahami
Pertama kali masuk, saya berkomitmen untuk mengembangkan ICT di BPG. Dan pertama kali masuk ke dalam laboratorium komputer, saya langsung tertegun. Dalam pikiran cuman ada 1 pertanyaan… “Ini lab komputer atau gudang ???.”
Saya bertanya kepada salah seorang pengelola disana, “Bu…yang mana server disini yah…’”
Jawabannya, “Ini lho…’”
“Ini yang mana ?” sambil saya melongok kiri kanan…mencari di tumpukan komputer yang ada disana…
“Ini lho..yang sedang saya make ngetik…’” jawabnya bersungguh-sungguh…
“haaaaaaaaaaaaaaa…………….” sambil melongo melihat komputer dengan Windows 98 + Microsoft Word yang terpampang di depan mata…
Akhirnya terjadilah diskusi panjang lebar tentang pengertian dari server dan fungsinya ![]()
Ada gunanya pernah jadi guru, jadi penjelasan saya bisa diterima.
Dari kejadian itu, saya minta ijin kepada Pak Harmanto untuk mengelola Laboratorium komputer disana. Saya meminta waktu 1 minggu untuk mengubah wajah lab tersebut.
Akhirnya, dengan dibantu dengan siswa-siswa dari SMK Tritunggal (sangat banyak siswa saya yang amat loyal, mereka tetap datang untuk mencari gurunya dan berdiskusi untuk belajar), akhirnya wajah lab. tersebut berubah 180 derajat
Sepertinya saya harus menyingkat masa-masa di BPG atau yang sekarang sudah berubah nama menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) ini. Mungkin dalam curhat atau kisah yang lain akan saya ceritakan secara bertahap.
Masa Bekerja (Biro PKLN Depdiknas)
Tepat pada bulan Februari tahun 2006, akhirnya setelah menerima surat lolos butuh dari Kepala Biro PKLN, Setjen, Depdiknas, akhirnya saya merantau ke Ibukota, yaitu DKI Jakarta.
Mudah-mudahan kisah kejamnya ibu kota tidak terjadi pada diri saya.
Demikian kisah singkat (eh..apaan yang singkat…pletakkkkk….hehehe) dari kehidupan saya….
155 Comments
Other Links to this Post
-
telkom penipu « Dananktampan1322’s Weblog — 29 January 2008 @ 04:35
-
Program SUS (Sepeda Untuk Sekolah) « Khalidmustafa’s Weblog — 27 May 2008 @ 00:26
-
Bertambah Setahun « Khalidmustafa’s Weblog — 17 June 2008 @ 02:27
-
Kisah Dibalik Pisang Goreng Keju | Khalid Mustafa's Weblog — 21 June 2009 @ 17:04
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI





By Arman Idris, 5 January 2008 @ 07:52
Gila,
Panjang sekali pantesan subuh belum selesai – selesai juga, bisa ditawain ke produser sinetron tuh hehehe j/k.
By idham, 5 January 2008 @ 08:19
khalidmustafa.info nya kenapa pak
welkom di blogosphere
By Khalid Mustafa, 5 January 2008 @ 08:21
Mau saya arahin kesini aja sih dham…nunggu umar utk settingin
By Om Parcom, 5 January 2008 @ 09:01
Wahahaha….lupa kalau sampai sekarang masih wakil direktur CV. Metronix Makassar Utama….
By Khalid Mustafa, 5 January 2008 @ 09:10
hahaha..itu bagian lain adi, kalau diceritakan bisa satu kisah sendiri…
tunggu aja tanggal mainnya
By Arsyad Salam, 5 January 2008 @ 12:47
Selamat bekerja ya pak…
Riwayat hidupnya panjang sekali. Pengalamannya banyak dong
Salam kenal
By Phillip R., 6 January 2008 @ 17:24
Terima kasih banyak atas informasi latar belakang JarDikNas, sangat informatif dan bermanfaat.
Semoga sukses selalu!
Salam
Phillip
By awan sundiawan, 9 January 2008 @ 06:24
Trims atas konfirmasi web jardiknas lama dan jardiknas yang baru. Mudah2an bisa interaktif, komunikatif, dan informatif. Salam
By Nhie, 10 January 2008 @ 06:17
waooo…panjang riwayat hidupnya…
jadi flashback ke masa sekolah dulu….waktu pak khalid masih ngajar …
sukses yach pak ….;)
By aris, 10 January 2008 @ 17:43
Peniliaian sepintas saya. anda pekerja yang ulet, punya pengalaman lapangan yang baik, dan mungkin) komunikatif. Jarang lho, orang teknis yang pinter nulis seperti anda. Saya salut deh. Jika benar nanti jardiknas akan pindah ke pustekkom, seharusnya Pustekkom akan memerlukan orang seperti Pak Khalid. Karena Pak Khalid merasa telah ikut melahirka Jardiknas, maka seharusnya jangan biarkan Jardiknas mati di tangan Pustekkom. Berkarya ters apa yang kita bisa. Salam.
By agusampurno, 16 January 2008 @ 04:58
salam kenal Pak Khalid
Maju terus dengan Jardiknas nya
By alief, 19 January 2008 @ 16:46
sukses selalu..mudah2an jardiknas y bisa maju dan tidak kena imbas politik pemerintah yg korup…amin….
By Muh.Kasim S, 27 January 2008 @ 09:27
sukses buat pak kahid unik juga kisah perjalanannya yaa tapi ada yang di lupakan teman seperjuangan dari makassar yaa mungkin karena tak punya arti hingga di cueekinnnnnnnnn hahahahaha okedeh pak khalid selamat berjaung di jakarta jangan lupa daerahta untuk di supay kebutuhan dalam pengembangan pendidikan agar suslsel juga bisa maju Semoga Jardkiknas Khususnya Dapodik Tetap Akses kedepan Wassalam Muh.Kasim
By Ansarul, 30 January 2008 @ 04:34
Assalamu alaikum…
Lupa ya dengan pengalaman ikut instalasi wartel dengan saya??? hehehe…
Trus jangan lupa juga dengan aktifitas religiusnya dengan teman2 mushallah dan terutama dengan ustadz nya….. he he he….
Semoga Sukes Slalu….
Wassalam
Ansarul
By byotenega, 1 February 2008 @ 13:06
salam kenal pak!
Tulisannya seger dan inspiratif, terus menulis ya pak!
By Kusdiyono, 6 February 2008 @ 02:42
Salam Kenal, Pak….
Puanjaanggg…banget …titik.
Pak nanya dikit gimana cara membuat Bogroll di blog kita (maklum lagi taraf belajar)
By khalidmustafa, 6 February 2008 @ 10:32
@Kusdiyono, untuk blogroll, tinggal klik menu blogroll di wordpress admin bapak dan menambahkan nama dan link yang diinginkan
By asfiandi, 11 February 2008 @ 20:46
pak,kalo boleh tau doa nya apa hingga bs seperti sekarang?hehe..
salam kenal,
sukses!
By khalidmustafa, 12 February 2008 @ 00:02
Sepertinya yang paling tepat adalah doa ibu saya sih…
Berulang kali sewaktu saya kecil hingga saat ini beliau selalu mendoakan agar anak-anaknya sukses…
Mudah-mudahan tetap terwujud hingga akhir
By habdolll, 12 February 2008 @ 01:59
bro, ternyata kisah hidupmu mencari kerja lumayan mengerikan yooo hahahhahaaaaa……aku masih jauh di bawah kamu.
pantes kedewasaanmu terlihat sekali yaaaooo….. sukses selalu deh dgn ijazah SERTIFIKASINYA, maju terus ya browwww…….. salam untuk si dia (imuttt itu loohh)
By toyib, 12 February 2008 @ 09:21
Wah saya jadi terkesan lihat cerita hidup pak Khalid
tp dari tadi saya baca ko’ g ada nama perusahaan PT. Wira Jaya nya yah?
atau mngkn hanya numpang lewat saja, he3x.
ok the, sukses selalu pak.
By khalidmustafa, 12 February 2008 @ 09:39
Wah, maap, saya lupa tahun berapa, jadi tidak saya masukkan. Karena saya mencoba untuk memasukkan berdasarkan urutan yang sesuai…
By Irwin Day, 14 February 2008 @ 06:10
Lid, karakter di komentar kecil sekali
sudah pada tua kita nih… bacanya susah
By tan, 21 February 2008 @ 12:11
seperti membaca buku sejarah, saya! salam kenal ya pak!
By Taufiq, 22 February 2008 @ 00:20
Senangnya ada teman dari STM N Pembangunan, tapi saya dari Pembangunan Bandung
Salam Kenal dari manado…
By eriek, 22 February 2008 @ 00:27
wah….panjang sekali pak kisahnya. oh ya, salam kenal ya pak dari Universitas Lampung Blogger. mudah-mudahan bisa memberikan ruang diskusi yang mencerahkan dari blog bapak ini. sukses buat bapak
By khalidmustafa, 22 February 2008 @ 00:39
@tan, emang ini sejarah saya sih pak…ini aja udah banyak disingkat…hehehe…salam kenal juga
@taufiq, salam kenal, blognya bagus juga, utamanya tentang kisah bapak itu
@eriek, amiiinn…salam juga untuk teman-teman di Unila
By azisd3tkj, 22 February 2008 @ 08:58
Salam Kenal Pak……… dari SMKN 2 Makassar… aq mau naxa pak….
kapan km dapat sertifikat kompetensinya…….. dari jurusan teknik Informatika komersial smkn 2 makassar…. makash sebelm……
By khalidmustafa, 22 February 2008 @ 09:03
Lho…kok nanya sertifikat kompetensi ke saya ??
Udah coba tanya ke sekolah anda ??
By mhzen, 22 February 2008 @ 13:02
Dear Mas Khalid
Blognya bagus dan mencerahkan
Salam kota Kota Apel Malang
Muhammad Zen
By arifkurniawan as bangaiptop, 23 February 2008 @ 18:04
Pak, salam kenal. Blognya menarik, unik dan (kadang) lucu.
Salam dari tetangga sebelah.
By mahyuddin, 24 February 2008 @ 00:58
Wah baru tau nih track recordx pak khalid, kisah yang panjang dan menarik dibaca, “sudah cocokmi tempatta disitu di Biro PKLN”.
Salam Sukses dari ICT Takalar.
Mahyuddin di Galesong, Takalar
By khalidmustafa, 24 February 2008 @ 03:08
@mhzen, makasih atas perhatiannya pak, sy cuman menuliskan apa yg ada dikepala saja, jadi kadang benar-benar spontanitas
@arifkurniawan, makasih atas tanggapannya, waalaikum salam
@mahyuddin, hehehe, inilah saya pak, salam utk rekan-rekan di Takalar
By Zulfaisal Putera, 24 February 2008 @ 13:52
Mas, salam kenal!
Profil sampeyan terpanjang saya temukan di dunia blog.
Jika ada waktu, lengkapi lagi dengan pengalaman-pengalaman khusus.
Kelask bisa jadi biografi!
Tabik!
By khalidmustafa, 24 February 2008 @ 14:16
hahaha…profil ini adalah tulisan kedua yg sy ketik di blog ini. Mungkin karena saking banyaknya ide dalam kepala, jadinya tertumpah semua. makasih banyak atas kunjungan dan masukannya
By agungsulistyo, 24 February 2008 @ 18:21
Pak kapan-kapan mampir Ke ICT Temanggung Jateng pak !
Kasih Kita (mahasiswa D3) Spirit dan Dukungan supaya lebih giat lagi Menyelesaikan Client Jardiknas, Dapodik dan Pustakamaya.
Bulan ini Kami targer Memasang 7 Client Jardiknas Pak dan dikerjakan oleh Mahasiswa D3 dari Mulai Survai via GPS ke seluruh Sekolah sampai ke Pemasangan Client jardiknas berdasarkan Hasil Surbai tersebut. Kebutuhan Peralatan disesuaikan hasil Perhitungan Link Budget dari hasil Survai sehingga bisa menghemat pembelian Peralatan yang berlebihan.
Yah Moga AJa pak berkunjung kesini Kasih Support Ama Kita !
best Regard,
Agung Sulistyo
Koordinator MHS D3 2006/2007
SysAdmin ICT Temanggung
Pendamping Bagren Disdik Temanggung.
f4lcon16 @ gmail.com
http://www.agungsulistyo.co.nr
By macanang, 25 February 2008 @ 20:18
waks puanjang… maaf gak sempat baca semuanya.. salam kenal pak!
By Ucup Supriatna, 26 February 2008 @ 03:09
wah asik juga yah masa perjuangan pak khalid. Semoga lebih berhasil dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia
By abd azis, 2 March 2008 @ 12:57
Kan Bapak yang menguji kami waktu itu…. jd aq nax ke bapak…. tentang serifikat
By Raptor, 2 March 2008 @ 20:53
Salam kenal pak…ceritanya lumayan singkat…kalo diceritakan semuanya pasti bakal jadi satu buku….saya tunggu bukunya ajalah pak…thanks
By khalidmustafa, 2 March 2008 @ 22:27
@agungsulistyo, amiinn..mudah2an ada tugas kesana, salam dengan teman2 dan adik2 d3 tkj.
@macanang, salam kenal juga yah…
@ucup supriatna, yah…ginilah cerita saya …mudah2an bisa jadi pelajaran utamanya bagi saya sendiri.
@abd azis, coba tanyakan ke kepsek anda. Tugas sy adalah menguji kompetensi dan bukan mengeluarkan sertifikat. Coba juga komunikasi dengan guru pembimbing waktu itu.
@raptor, hahaha…mana ada orang yg mau baca buku biografi seorang khalid
By erickningrat, 4 March 2008 @ 10:37
salam kenal pak you r my inspiration…..
By bibomedia, 4 March 2008 @ 14:10
By fahroe, 5 March 2008 @ 01:39
weik,.. lengkap kali…
By Saiful Adi, 5 March 2008 @ 07:39
suatu kisah nyata yang baik, ak bbrp kali ketemu Mas khalik klo ada acara seminar dikmenjur, orangnya emang ramah n pintar…. semoga sukses terus mas Khalik
By Saiful Adi, 5 March 2008 @ 07:41
eee lupa… klo link tulisan mas khalik bolehkan… (misalnya topik tarif IM3 gt…)
By khalidmustafa, 5 March 2008 @ 07:46
@erickningrat, salam kenal juga yah…semoga inspirasinya ke arah yg lebih baik
@fahroe, hihihi, padahal dah banyak disingkat lho
@saiful adi, makasih banyak pak, dan utk link, silakan saja, asal membuat orang lain tambah pinter
By ada deh, 5 March 2008 @ 10:37
lidddd…melepas kekkasih dari bandung menyeberang jalan di malam hariii hiksss sedihhhh ….
By habdolll, 6 March 2008 @ 08:37
Pengadaan naskah ujian akhir nasional pd diknas sulsel tidak mempersyaratkan securityprint, padahal naskah UAN kategori dok. Rahasia Negara. Mohon diingatkan.
By Sunardi, 6 March 2008 @ 14:27
Wah. Baru liat nich. Kayaknya Bisa buat buku Bibliografi (maaf kalau salah sebut, udah lama ga baca buku).
Alangkah bagusnya kalau dilengkapi lagi cerita bagaimana sampai bisa hijah ke Ibu Kota dan prosesnya, serta bagaiamana perjuangannya di sana
Kesuksesan Bapak, diharapkan dapat membuat generasi yang sesukses dgn bapak
Sukses selalu.
By:
Orang yang selalu kagum dengan gerak langkah Bapak walau Bapak tdk kenal saya.
By Ansori, 6 March 2008 @ 16:03
wah panjang n lengkap banget.. bacanya aja belum sampe tuntas…
hehehe
btw .. lam kenal pak khalid
By khalidmustafa, 9 March 2008 @ 05:52
@habdoll, maksudnya apaan yah ?? apa sy harus hubungi panitia disana ??
@sunardi, wah…tak kenal maka tak sayang…boleh sy juga kenal anda ?
@ansori, hehehe…jgn dipaksain baca semua pak, nanti bisa2 keram tuh…dibawa santai saja….btw…salam kenal juga pak.
By SULFIANTI, 11 March 2008 @ 09:42
Salam Kenal Pak dari diknas Kab. wajo
Wach ceritanya panjang banget dari lahirnya seorang bayi sampai kerja di tulis semua, memori pak khalik patut diajungi jempol, PKLN memang butuh seorang figus seperti pak khalik…………..! Maju terus pendidikan anak bangsa.
By Ria, 13 March 2008 @ 11:55
salam kenal….panjang banget tag aboutnya….hihihihi…salut pak….maju terus…
salam ya buat orang2 dimakassar…jadi kangen pulang
By Ebiet, 13 March 2008 @ 13:52
Wah saya sebagai orang Makassar salut sama perjalanan hidup P Khalid…
Sukses ya Pak… dan jangan takut untuk keluar ‘kandang’ agar dapat lebih berkreasi lagi…
salam…
By Fikri Rumi, 13 March 2008 @ 14:02
wihhh…akhirnya ketemu lagi deh di internet…….btw, kok kisah asmaranya gak dimasukkan?? sudah berapa nih kemenakan??
salam dari surabaya
By khalidmustafa, 13 March 2008 @ 14:58
@Sulfianti, makasih banyak dan salam kenal juga…
@Ria, wah…minggu depan (tgl 20-23 maret) khan ada libur panjang, sy balik ke Makassar tuh
@Ebiet, makasih…emang harus sering-sering “keluar kandang” agar gak jadi “macan ompong”
@Fikri, Fikriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…..akhirnya jumpa nehhhh, kapan lagi “gila” bareng…Eh, sabtu ini (tgl 15 Maret) sy di Surabaya, rencana nginap di Tunjungan…kontak2 aja yah
By Azhar Arranirie, 13 March 2008 @ 15:16
Wah asyik juga tuh pak ceritanya, sampai-sampai bisa nurunin rating film Ayat-ayat Cinta…becanda pak….Suksus selalu untuk pak khalid
By ewot, 14 March 2008 @ 00:45
wehhh….akhir2 ini saia liat BOTD, antum sukses menggulingkan blog yang undisputable Rahardjo….selamat…..sekali lagi selamat menulis/melengkapi epos anda ini………
By farid, 14 March 2008 @ 23:39
weleh weleh, panjang banget kisah hidupmu.
bagaimana nih kabarnya ?
By ahmad, 17 March 2008 @ 10:16
Assalamualaikum Kak Halid
wah……..gak nyangka ternyata Mas ini Senior saya di STM…
sama……….dulu saya jg anggota SPM disana…..cuma sayang sekarang SPM agak Vakum kak…Kata temen-temen sih skrng mulai di hidupkan lagi…….
oh ya,……saat ini STM sudah semakin cantik dan hebat kak……)
fasilitasx dah bagus-bagus……….cuma gak tau SDM nya nanti gimana…….mudah2an tetap bersinar deh kayak kakak……..
ok deh………sekian dari saya
salam ta’aruf……nama saya ahmad (http://achfan.multiply.com)
wassalamualaikum
By nurhidayat, 17 March 2008 @ 13:51
Ooo.. begitu ceritanya pak khalid. Semoga sukses di diknas ya.
alfin @ palembang
By tanpabendera, 18 March 2008 @ 10:27
Salam Damai…
Salam Perjuangan …
BLOG nya bagus, semoga bermanfaat buat kita semua …
jika berkenan kunjungi BLOG kami di :
http://tanpabendera.wordpress.com/
terima kasih atas waktu dan cinta anda …
By handysatria, 21 March 2008 @ 08:28
blognya bagus banget
By Sugiharto, 22 March 2008 @ 09:11
Ass. ‘lam kenal.
Waduh waktu di Malang acara Fornas Jardiknas,saya kenalannya hanya ombyok-an(rame-rame…hee..hee) Karena bapak sebagai seleb dan saya sebagai pengagum duduk di belakang……..
Wah uraiannya lengkap disini dari pada di Fornas Jardiknas.
Terimakasih banyak sekali………………… informasinya.
Maju terus, selamat berjuang!!!!!!
Wassalam.
By Teguh Prihattanto, 25 March 2008 @ 09:09
salam kenal mas
By papabonbon, 26 March 2008 @ 09:43
oom tukeran link ya ….
By addiehf, 3 April 2008 @ 17:37
Maaf Pak mo tanya, Bapak kan punya Weblog neeh jadi Bapak Blogger dong ato bukan?
By Jaya, 4 April 2008 @ 00:43
wah…tinggal disulap dikid…bisa jadi sebuah novel
. Kok yg dilpmp dikid doank pak ? kisah waktu maen xian sama-sama diICT belom direlease kayakNa… xixixiixii. Good Luck buat my teacher, jadi rinduu….kapan ke manado lagi ?
By khalidmustafa, 4 April 2008 @ 07:23
@Azhar, waduh…AAC itu dah jutaan yg nonton, klu blog ini, yg baca aja lom nyampe 50 ribu…hehehe
@ewot, makasih banyak…semoga sy juga bisa tetap konsisten disini…
@farid, Alhamdulillah, baik2 saja
@Ahmad, iyah..SPM juga menyisakan banyak kenangan “indah” ke saya. Masih ingat masa-masa ikutan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), berbagai pengajian dan kegiatan lain
Jadi inget masa2 STM…
@nurhidayat, inilah saya pak
@tanpabendera, makasih banyak, semoga sukses juga kepada anda
@handysatria, makasih banyak
@sugiharto, wah, di Malang itu bener2 berkesan. Soalnya baru kali itu berkumpul semua tim TI secara nasional. Mudah2an kapan2 ada kegiatan serupa lagi…
@teguh, salam kenal juga…
@papabonbon, monggo
@addiehf, saya seorang blogger…
@Jaya, justru klu saya tulis, nanti bener2 jadi Novel tuh jaya. Ke Manado ? Tinggal diundang aja kok
By dian, 5 April 2008 @ 12:21
salut dgn ceritanya mas khalid
By basuki34, 7 April 2008 @ 18:28
Salam Kenal Bung Khalid………
Otobiografinya panjang banget tinggal dikirim ke percetakan trus bisa langsung di terbitkan tuh, hehehehehehehe…………
Sharing ilmu nya dong………
Kalo pintar belum jaminan bisa sukses tapi kalo nasibnya bagus bisa ada peluang bisa jadi sukses……..
Basuki Rachmat
SMK Negeri 34 Jakarta
By Achmad Rofiq, 8 April 2008 @ 15:33
Pak. Saya pengen kenal aja. Salam buat Pak Gatot dari orang malang yang gila ini.
By Ardee'est Things In My Life, 9 April 2008 @ 09:50
Puaaaanjang buaaannget halaman ‘about’nya… hahaha… salam kenal dari saya.
ardian
By ARIF NURUL H, 10 April 2008 @ 14:34
wahhhhh…………. pusing ada AAC segala…
By MantanPenghulu, 11 April 2008 @ 22:35
Pak Khalid, Kapan Married?? lol (korban iklan)
By ujang Efendi, 14 April 2008 @ 18:38
pak Khalid pa kabar kapan ke Lampung lagi. saya mau dong kerja ke ibukota kayak pak Khalid gimana caranya. saya pegawai Perencanaan Dinas Pendidikan Lampung Selatan dan sedang mengikuti Kuliah beasiswa D3 TKJ yg diselenggarakan Biro Perencanaan dan KL, semoga Bapak SUKSES di IBUKOTA
By akhmad, 23 April 2008 @ 02:24
serius…. ini pak khalid..?? ta pikir orangnya tua. ternyata sama ma kakakku umure…:D
By ammar, 23 April 2008 @ 14:06
senang berkunjung di blog anda dan berkenalan dengan anda.
By Rahmat D. Djatmiko, 23 April 2008 @ 16:18
wah salut…..
By agn, 24 April 2008 @ 23:20
panjaaaaaaaang juga ceritanyaaa..
By Ujang Resmi, 24 April 2008 @ 23:23
Your story is full of inspiration. Gue senang bacanya walaupun agak panjang, bisa dibuat per eposode pak, ceritanya sunggu bagus buat renungan bagaiamana caranya untuk sukses, gue juga guru..dan ada sedikit persmaan dgn ceritanya..dan paling berkesan cerita masa kanak-kanaknya penuh perjuangan..Salut buat pak Khalid. Salam kenal dari saya di Pekanbaru.
By bosskajur in java, 26 April 2008 @ 13:40
wah….. banyak sekali ceritanya ya…… apa lagi kalau ketemu, trus diceritakan … wah bisa tidur nich
. Salam kenal aja mas….. dari kendal (pasukannya pak kasmadi- Solo )
By Mozes H. Baottong, 26 April 2008 @ 18:20
halo pak khalid … kisah ini bisa dijadikan bahan renungan buat anak2 didik kita yang sekarang. moga2 mereka mau menjadi pekerja keras dan cerdas seperti Pak Khalid.
salam dari negeri di awan,
Mozes
SMK Andika Mebali, Tana Toraja
By Robby Kasamuddin, 27 April 2008 @ 13:57
Kopi susu abis 4 gelas buat nemenin baca profil Pak Khalid
, tapi setimpal dgn pengalaman yg sy ambil dari pengalaman hidup bapak, mirip banget dgn kisah hidup sy
By Masanda PK, 27 April 2008 @ 23:43
Biografi yang kumplit menurut sayahmah, Met kenal dari orang Majalengka Jawa Barat
By agus, 28 April 2008 @ 09:08
pak..mo nanya aja….diknas kok di hack orang ya….download linknya
By Ronny C., 14 May 2008 @ 11:04
Ass. Wr. Wbr.
Wah, panjang banget isinya ……..
Eh, nama saya ada juga tho di sini. Jadi beken dong
Salam dari Dinas Pendidikan Nasional Kab. Barito Selatan, Kalimantan Tengah
Merdeka !!!!
By khalidmustafa, 15 May 2008 @ 22:09
Lho…ron, u di dinas pendidikan Kalteng ? Ada email ? Nomor telepon ? HP ?
Dah bertahun-tahun tidak bertemu, malah ketemunya di blog saya nih…
By herman, 17 May 2008 @ 11:27
salam kenal
By Ronny C., 17 May 2008 @ 17:03
Salam sua kembali ………
Mudah-mudahan kali ini postingnya gak ngadat lagi ……
Klo email, ada beberapa sih. Yg sering di pake : macan.jingga@gmail.com, atau mentari_kelabu2004@yahoo.com
Klo email kantor, diknas_barsel@yahoo.com
Nomor HP …… ehm, ehm …… ntar saya dikirim lewat email aja yach ….
Salam buat seorang Ibu yang sangat saya kagumi….. Ibu Rakhmatia (mudah-mudahan nama beliau gak salah…..)
By Ira Damayanti "Skylar", 20 May 2008 @ 21:26
Pak Khalid, saya iseng2 browsing eh, ketemu blog ini.. hehe…
Salut atas perjalanan hidup Pak Khalid…!
Saya sebenarnya juga sangat peduli dengan dunia pendidikan.. Selain menjalankan bisnis saya, dulu saya juga sempat menjadi asisten dosen di sebuah universitas swasta ternama di Jakarta. Berbekal surat rekomendasi dari pembimbing saya (yang juga mantan Dekan di kampus saya dulu di Bandung), saya sempet menjadi assdos selama 3 tahun ,mendampingi dosen utama dalam 5 mata kuliah.Kalo dosennya gak masuk, maka saya juga ikutan ngajar.
Sebenarnya sih moment2 mengajar tsb sangat2 membahagiakan, terutama melihat mahasiswa saya antusias dengan apa yang saya berikan, baik metode yang baru maupun ilmu teori dan sharing pengalaman lapangan yang saya alami sebagai praktisi .. yang tentu saja apa yang saya berikan membuat mereka bisa lebih pintar dan maju.. dan bakal sangat berguna untuk terjun di dunia profesi/kerja nantinya.
Cuma terkadang saya terbentur dengan masalah idealisme.Ternyata semangat saya dalam memajukan mahasiswa saya dengan mentransfer ilmu dan sharing pengalaman lapangan yang saya miliki , belum tentu membuat “atasan saya” hepi .Ilmu yang saya ajarkan… katanya terlalu canggih..( heran, mau ngajarin yang pinter kok gak boleh, katanya ngapain susah2 bikin orang lain pinter… Kalo mahasiswnya lebih canggih, nanti dosen lainnya kalah canggih kan malu, apalagi nantinya kalo mereka lulus akan jadi saingan dosen dalam mencari proyek). Intinya sih dosen2nya juga banyak yang malas memperkaya ilmu.. Jadi berasa udah yang paling pinter aja dan gak mau dikalahkan mahasiswanya.Tapi malas untuk meng-update ilmu! Wah, ya repot!
Selain masalah idealisme , salary kami, para pengajar, jauh dari layak mengingat kampus tsb terkenal kampus mahal tapi welfare buat dosennya tak memadai.
Apalagi untuk mengadakan riset dan mengejar beasiswa juga sulit k,arena riset dan beasiswa lebih diperuntukkan / diutamakan untuk pengajar yang alumni kampus tersebut, meskipun dekan dan beberapa pengajar dan pembuat regulasi di kampus itu juga bukan alumni kampus tsb, malah melainkan lulusan kampus saya.
Tadinya saya berpikir mengikhlaskan itu semua, ya sudahlah..itung2 amal jariyah.
Membuat mahasiswa saya tambah pintar aja merupakan kebahagiaan tiada tara buat saya.
Well,tapi karena ternyata mengajar juga membutuhkan komitmen yang menyita waktu dan (ternyata) biaya lebih besar pasak daripada tiang, lebih besar biaya transport dan makan (kantinnya mahal) daripada welfare yg saya dapat, jadi saya dengan berat hati…. meninggalkan mahasiswa2 saya dan makin serius belajar menekuni dan mengembangkan bisnis..
Dan sekarang perjalanan saya adalah bagaimana belajar menjalankan dan mengembangkan bisnis saya sebaik mungkin…… termasuk kemudian menjadi klien di institusi Bapak! hehehe…
Pak Khalid, terima kasih atas semuanya! Bimbingan dan bantuan Bapak sebagai klien saya juga sangat berarti bagi pengembangan bisnis saya yang masih hijau di dunia bisnis ini………
Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga usaha dan kerja keras Bapak membuahkan hasil yang manis…
By nenyok, 21 May 2008 @ 08:11
Salam
Kisah yang sangat menarik. Salam kenal aja dari saya
By aRuL, 22 May 2008 @ 22:05
ooo bapak dari makassar yah
saya beberapa waktu lagi ikut program PKLN lho
By nefi, 24 May 2008 @ 11:35
salam kenal buat mas khalid
pengalaman nya panjang x……..
salut evi dengan perjalanan mas….
By Agus Wibawa, 24 May 2008 @ 17:42
hello,
Salam kenal dari salah satu peserta Eii-Forum kemarin.
Nice to meet u bro.
By Endah, 24 May 2008 @ 18:55
salam kenal juga pak…
By khalidmustafa, 24 May 2008 @ 19:20
Salam kenal kembali untuk semuanya, makasih banyak dah meluangkan waktu membaca catatan kecil di blog ini
By yust, 26 May 2008 @ 16:38
panjang juga pak catatan kecilnya…judulnya mah di ganti catatan sejarah aja..he..he…he, btw good luck..sukses selalu pak. semoga masih inget pernah ketemu dan ngobrol dengan saya..di ruang pak gatot…
By bayubintoro, 12 June 2008 @ 16:59
ehm.. bisa jadi cerpen yang inspiratif. Jadi ingat lagunya iwan fals “ujung aspal pondok gede”. boleh kasih alamat emailnya mas…? pake mas aja ya (SKSD)
By aisonhaji, 20 June 2008 @ 13:17
wow ! kok ya bisa ya Pak Khalid ingat masa hidup sedemikian panjang. Sip deh ! kapan – kapan maen ke blog ini lagi.
Salam kenal ya.
By ahsinmuslim, 20 June 2008 @ 14:11
Assalamu’alaikum…
salam kenal pak khalid
ini adalah postingan terpanjang kategori “tentang aku” yang pernah saya temukan dalam perjalanan di dunia blog selama ini (baru 6 bulan sih, he..he..)
salut!!
tetap semangat!!
By Agus Wandy, 6 July 2008 @ 12:12
Assalamu alaikum partner….
Wah.. wah… hebat bro…., salam rindu dari teman seperjuangan, kadang numpang dibonceng sama pak khalid pake motor yamaha hijau dulu (walau mungkin nggak sempat ditulis di blog….)
Salam dari Wandy di Bone (kalo ada info email saja ke agus_wandy@telkom.net) masih banyak yang mau saya konsultasikan…..
By raju PaRcOMz, 6 July 2008 @ 22:14
assalamualaikum…….
wah…..wah…..wah…
panjang banget ceritanya…..
sampe2 saya bacanya kesakitan mata di depan notebook……
abis seruh baget nichhh….
o ya….
di tulisnya berapa lama yach….
jangan bilang cuma semalam…..
salam
(raju ict parcom)
By khalidmustafa, 8 July 2008 @ 11:33
@yust, kalau diganti catatan sejarah, lama2 saya nambah lagi
Ini masih banyak yang kelewat sebenarnya sih…
@bayubintoro, email ada di menu hubungi saya sebelah kanan mas
@aisonhaji, iyah..kebetulan waktu nulis ini otak sedang segar-segarnya, jadi tulisan ini mengalir seperti air saja, dengan amat deras
@ahsinmuslim, bisa dimasukkan ke Guinness Book of Record dong…hehehehe
@Agus Wandy, waaahhhhh…dah lama gak ketemu neh…masih ingat ngantar2 barang sewaktu di Indomitracom ? Gmn bisnis percetakan di Bone ?
@raju, emang semalam kok, malah gak sampai semalaman. Cuman beberapa jam aja.
By solikinws, 15 July 2008 @ 18:48
Pak Khalid emang T O P B G T S K L blognya dahsyat
By Irwan Karim, 18 July 2008 @ 10:51
Ces…. Kau ingat saya ????? saya skrg naik pangkat ces, dari tukang di kantor, jadi GURU di sekolah… Kontak aku ASAP… aku mo blajar banyak tentang gimana caranya mo jadi Guru yang baek dan Tetap ganteng ahahhahaha…
By prayudi, 28 July 2008 @ 16:14
salam kenal mas khalid saya beberapa kali bersinggungan dengan seamolec sejak jaman pak prof soekartawi, bagus maju terus seamolecnya apalagi dibawah nakhoda yang baru
By faisal, 29 July 2008 @ 15:58
sip bang khalid, emang top……………………..
masih ingat pertama kali liat namanya bang khalid di warnet jl.sunu warnet nya ka` naldy pribadi (siemens) salah satu warnet linux thn 1999…….bang khalid lagi mengarahkan team nya……gagah mentong
salam,
faisal jabir
http://lihat.wordpress.com
By DwiCy, 4 August 2008 @ 21:35
Beawal dari terlalu seringnya muncul nama khalidmustafa di mailinglist dikmenjur dengan berbagai ide-ide dan pemikirannya. Ada niatan hati tuk mengetahui lebih dalam tentang siapa dia? (kayak kuis siapa dia, aja). He.. setelah melihat blog, niat hati menelusuri item ‘tentang saya’….. ah… baca ….
eh..eh.. ternyata panjang amat perjalanannya. ingatan bang khalid luarbiasa… mulai dari kecil (he..he.. hayoo sering dicubitin pipinya ya.. ama temen2 ibu waktu diatas mobil)… ah.. capek bangek ngebacanya…
akhirnya… kubaca cepat aja. (untuk pernah penataran speed reading).
Kesimpulanku tuk p.khalid…. TOP BANGETTT..
Salam dari saya pak… monggo mampir ten blog.
By dobelden, 14 August 2008 @ 20:49
kapan loncing otobiografinya pak
hihihi
By clicktimes, 26 August 2008 @ 16:16
sebenarnya hal apa yang paling menginspirasi Bapak selama ini? dan motivasi yang mendasar selama ini apa?
By drawhy, 3 September 2008 @ 02:11
selesai tarawih trus buka PC sambil jajalin internet gratisan dari telkom speedy promosi 20.00-08.00, mulai browsing nga nyangka sampe k blog ini jam 1an tadinya cuma lg baca2 masalah perang tarif telepon. trus nyampe d blog mas khalid ini tanpa sadar masuk d link Tentang Saya {jujur aja salah klik niatnya sih mo nutup tab browser….
} tapi akhirnya tertarik baca juga…
ato ngaktifin blog lagi yg pernah terlupakan.
Trus jadi inget masa lalu juga. Kayaknya nga jauh beda otobiografinya.
Jadi pengen ikutan nulis….
Akhirnya jardiknas jadi deh di bawah Pustekom manajemennya…..
udah 2 bulan ini berantakan ta’ kunjung rapi. Gmana yach? msh ikut berkecimpung nga….
oche deh, salam hangat aja dari 023-03 and trus berkarya….
By syafree, 24 September 2008 @ 13:46
kehkehkehkeh…. baru pertama saya melihat profile yang begitu panjangnya. luar biasa.
salam kenal pak Khalid Mustafa
By Mardies, 28 September 2008 @ 19:07
Profil yang hebat! Dua jempol buat Pak Khalid
Terima kasih karena telah membantu proyek Jardiknas. Saya mahasiswa TKJ asal Pati, Jawa Tengah
By lumansupra, 8 October 2008 @ 12:37
salam kenal pak khalid…
By riri, 10 October 2008 @ 13:34
ceritanya bagus,udah bisa dijadikan sebuah buku…banyak pelajaran and motivasi tersirat yang didalam…
By riri, 10 October 2008 @ 13:46
salam kenal yah..bisa add ri di YM : indah_amiluhur@yahoo.com.sg siapa tau aja bisa banyak dapat ilmu…ri dari D3 TE UGM,sekarang udah balik ke makassar…skali lagi salam kenal yah…
By indro, 14 October 2008 @ 14:01
salam kenal pak khalid..
Blog nya bagus juga desain nya..
Boleh share ilmunya dengan saya pak..??
tengkyu
By khalidmustafa, 14 October 2008 @ 14:53
@solikin, makasih pak
@Irwan Karim, wah, akhirnya ikut jejak saya, hehehe
@prayudi, makasih pak, semoga tetap lebih maju. Emang pak Gatot banyak ide2 baru nih
@faisal, sayang waktu acara temu linuxer Makassar gak ketemu lama yah, padahal banyak yg bisa didiskusikan
@DwiCy, hehehe, nulisnya ngalir aja sih, jadi gak kerasa sampai sepanjang ini :d
@dobelden, nunggu sponsor neh…mau nyeponsorin ? ikhlas kokkk…hehehe
@clicktimes…apa yah ? intinya berbuat yang terbaik aja sih, dan biarkan kehidupan mengalir seperti air…
@drawhy, yukkk…blognya diaktifin lagi, biar bisa berbagi pengalaman dengan orang lain
@syafree, hehehe, banyak yg bilang gitu sih..tapi syukur deh, artinya bisa menjadi sesuatu yang unik
@Mardies, makasih banyak
@lumansupra, salam kenal juga…
@riri, mudah2an satu saat nanti bisa benar2 menjadi buku
, salam kenal kembali yah
@indro, silakan…silakan, tulisan tentang cara buatnya dah ada di blog ini juga kok
By Indra Asmadi, 27 October 2008 @ 08:42
hehehe…. dunia hitam yah…..
aku kok ndak disebutin disitu…
hehehehehe
By khalidmustafa, 27 October 2008 @ 08:49
@Indra, lho…bener neh mau disebutin dan dimasukin ? Postingan tentang dunia hitamnya bisa 3 kali lipat dari postingan tentang saya nih. Mau sekalian dijelasin peranan Indra ? bisa 1/3 dari tulisan tentang Indra tuh…
Hehehehe…salam Maiki
By antok, 17 November 2008 @ 13:54
panjang beneer…
terpaksa pake ilmu speed reading.. hehe.
a nice story.. thanks sdh berbagi daeng.
By unga, 21 November 2008 @ 10:48
asslamu’alaykum pa’ khalid unga mampir he2…
numpang2 sebentar negh…
By mahasiswa, 9 December 2008 @ 16:49
Pak.khalid yg trhormat. sy mahasiswa d3tkj yang mau ngucapin terima kasih aj. mungkin klo g’ ad kuliah ini entah ap jadinya saya kemarin.
[url]http://www.it-jambi.co.cc[/url]mungkin ini saja yang dpt sy sumbangkan hasil dri program beasiswa jardiknas. bwt wujud terima kasih to BPKLN.
sedikit semoga bermanfaat bagi edukasi jardiknas.
kpn2 main ke jambi y pak…
sy pgen kenalan sm org2 penting BPLKN
By @Rikazd, 11 December 2008 @ 08:47
Pak, adakah batasan maksimal jumlah panitia pengadaan dan penerima barang. kalo tak salah khan hanya”sekurang-kurangnya 3″ dan gasal. Maksimalnya ada?
By -_-, 14 December 2008 @ 00:39
Salam pak..
Saya pernah diajar bapak di TriTunggal’45, mungkin bapak dah lupa dg wajah2 siswanya,
tp bagaimana pun P’ Halid adalah pendidik, kakak, teman, dan inspirator yang terbaik yang pernah kami kenal
…Selamat atas kesuksesannya pak
semoga menginspirasi kami
-_-
By khalidmustafa, 20 December 2008 @ 07:40
Wah, jadi gak nyangka bisa ketemu siswa-siswa disini
Salam untuk teman-teman anda yang lain yah, sekalian minta mereka untuk lihat-lihat blog ini juga
By ketut, 12 February 2009 @ 16:24
pengalaman bapak begitu banyak, dan memberikan pembelajaran khususnya pada pribadi saya sendiri
By nauval, 18 February 2009 @ 16:19
huh!!luar biasa ceritanya!!!ehm,aku gak bisa ucapin apa-apa kecuali
SUKSES SELALU!!
By eka, 18 March 2009 @ 10:00
pas baca, kok sedang di kulon progo, pengasih… gi ngapain yo…penasaran, jadi saya baca “tentang saya” yang pabnjang lebar itu….
bukan apa2, sebagai orang kulon progo…pgn tau aja kok kabupatenku kok disebut2…
salam kenal aja pak…aku kerja di undip…
sukses ya! wassalam…
By adinegara, 23 March 2009 @ 21:57
saya mau nanya pak khalid kalo jalan ke pasar lewat mana ya…he..he nggak ding pertanyaan ane tuk tahun 2009 masih berlaku nggak panitia yang belum mempunyai sertifikat/lulus sertifikasi pengadaan barang/jasa…ditunggu infonya ya bro
By Taufiq Mathar, 29 March 2009 @ 12:00
assalamu alikum pak,
Akhirnya saya bisa lihat bapak lagi, meskipun hanya di foto.
Saya baru tahu riwayat hidup yang lain dari bapak.
Pak, terima kasih pak atas pembagian ilmunya selama masih di smk panca marga. Saya rasakan manfaat yang besar dari itu semua.
Oh iya pak, sekedar info. Sekarang ini saya sudah selesai kuliah, n bergelar S.Pd.
Saya sadar akan pentingnya pendidikan, makanya saya berusaha untuk mendapatkannya, dan mencoba untuk membagi kepada orang-orang yang membutuhkan. Seperti bapak dulu waktu masih mengajar kami. Saya sudah rasakan bagaimana rasanya menjadi guru.
Sekali lagi terima kasih pak. Sukses buat bapak.
By khalidmustafa, 29 March 2009 @ 19:53
@Taufiq, fiq titip pesan yah…jadilah guru yang baik dan ikhlas membagi ilmunya
By Nourma Mahmud, 28 April 2009 @ 11:14
Assalamu’allaikum,
Sy sangat tertarik dgn tulisan pak khalid tentang pangadaan barang dan jasa. Sy bulan depan mau ikut diklat ttg pengadaan brng dan jasa. Sebenarx sy buta mngenai pengadaan brg dan jasa cuma pimpinan merasa sy mampu jd diikutkan pak, sekrng sy lg strees pak dkantor sykan udah 2 org ikut gak lulus. Pak tolong bantu sy kirim soal2 pengadaan brng dan jasa keEmail nourmam@yahoo.co.id. makasih sebelumnya pak.
By khalidmustafa, 28 April 2009 @ 18:10
@Nourma, saya coba nanti kirimkan yah. Semoga lulus
By Adhiep, 29 April 2009 @ 20:24
Ass Wr Wb.
Salam kenal kembali pak khalid,,, mgkn bpk dah lupa sm Saya … Sy salah satu peserta Mirc 2000 perwakilan dari SMK Neg 1 Makassar … kl masih lupa mgkn kenal dgn Anak gagahnya SMK 1 Mksr.. Abbas Supardi (Abdi)… hehehehe “maunyamo’..” kbtln pada waktu itu SMK 1 yg juara … hehehe … mungkn faktor keberuntungn kalee yach …
Tp Alhamdulillah berkat itupula sy skrg udah bs nikmati hasilnya … Makasih buat bapak & rekan-2 ….
Trims
Wassalam
By Adhiep, 29 April 2009 @ 20:26
Hehehehe … sorry yach pak khalid, kelupaan nyambungnya … Sy bukan Abdi tapi temannya Abdi … hehehehe jd malu sendiri …..
Trims
By khalidmustafa, 29 April 2009 @ 20:53
@Adhiep, lha itu, makanya saya bingung, Abbas khan sekantor dengan saya, malah serumah lagi…
By Adhiep, 5 May 2009 @ 20:57
hehehehehe …. iyya …. sorry dech pak khalid …. wahh kapan-2 sy bs belajar nich ama pak khalid … krn menurut abdi …. pak khalid emang orang yg hebat apalg hal-2 yg brkaitn dgn komputer … salut dech … kl bs minta tolong pak kirimkn jg dong soal-2 pelatihan pengadaan barang dan jasanya …. makasih sebelumnya yach pak .. titip salam yach ama abdi ….
By Achmad, 16 May 2009 @ 13:48
Assalamu Alaikum,
Apa kabar Kak Khalid? sudah lama tidak bersua, sekarang saya domisili di NTB. Masih aktif di SinLamBa?
By irawanachmad, 24 May 2009 @ 07:53
baru ketemu blog ini…
kasih comment juga ah….
assalamualaikum wr. wb.
hihihi…panjang banget kisah hidupnya…
masih ingat saya kan..? adik kelas tmn seperjuangan LDK (yg sama2 kaget dan menangis) sewaktu disuruh bersumpah untuk mengingat ummat minimal setengah menit setiap hr-nya…bener2 masa2 yg susah utk dilupakan…kumpul2-nya, pengajian tiap minggu, singkong goreng-nya…hehehe..ini yg paling top..
masih ingat juga sama kakak sy ini sewaktu sekolah, sewaktu anak2 lain msh gengsi utk naik sepeda dan minimal punya motor utk kesekolah, kita malah asik bersepeda, kadang2 boncengan dan kadang2 bareng…(sejak dibeliin sepeda sm ortu..)gak peduli smp disekolah dah penuh dengan keringat..anak stm banget neh…
ingat pertama megang komputer dan belajar dari kakak saya ini.., krn di otomotif gak ada kompie-nya..
gak nyangka juga akhirnya nasib yg membawa kita ke ibu kota ini,terakhir ketemu di bandara thn lalu bareng “RI-1″ saya ngantar balik ke makassar…, kaget juga koq “bidang”-nya pindah lagi ke Diknas…? artinya sama dgn adik-mu ini yg krj dah gak sesuai disiplin ilmu awal-nya sebagai orang teknis dan menjadi pns. Tapi yah gak apa2 itu menandakan bahwa lulusan stm itu sanggup berkompetensi di bidang manapun..dan toh itu sebagai bentuk sumpah kita dulu untuk selalu mengingat ummat…
oh iya…entar kapan2 kalau sempat mampir lagi di kantor Kementerian PDT, kontak/cari saya ya…mau belajar jadi “panitia lelang”…
irawanachmad@yahoo.com
assalamualaikum wr. wb…….
By siti saroh, 16 July 2009 @ 22:58
Saya tertarik sekali IT,kalo ada hubungan dengan IT saya selalu ingin bisa.Pak saya ingin ikut pelatihan membuat blog yang bagus, kapan diadakan di Jakarta,kalau ada tolong kabari saya,trimakasih
By Laila Qadrianti, S.Pd, 25 July 2009 @ 22:46
Assalamu Alaikum, p’Khalid sy mhon bantuannya ya, buat dikirimkan di Email sy Kurikulum Teknologi Informatika SMK, sy kesulitan mendownloadnya. saya sangat membutuhknnya secepatnya. Sbelumnya Makasih banyak ya p’ats bantuannya. Sukses Selalu..
By khalidmustafa, 26 August 2009 @ 15:55
@ahiep, boleh2…bisa dituliskan alamat emailnya ?
@Achmad, wah…bisa ketemu di blog saya
Sejak suhu Otjan meninggal, saya dah gak aktif di Sin Lam Ba. Salam utk teman2 yang lain
@irawan, saya tahun ini ada beberapa kegiatan dengan teman2 PDT, utamanya mengenai pengembangan IT daerah perbatasan. Kapan2 diskusi yah
@siti, sayang untuk blog yang mendalam belum ada pelatihannya. Kebanyakan pelatihan pengenalan awal utk blog saja
@Laila, bisa tahu alamat emailnya ? nanti saya kirimkan SKKNI TIK. Karena kurikulum saat ini khan sudah KTSP, artinya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah
By Nur Armanzah Maruapey, 15 November 2009 @ 18:19
Ass……PAk Khalid…..nih saya murid bapak dulu…yang dulunya selalau mendapat nilai 3,4 dalam mata pelajaran elektronika digital di SMK PANCA MARGA…. hehehehehehe…ingatkan..>?????yang se letting dengan Irsandi Hasan,Umar,nah saya sendiri Arman…..dulu murid yang selalu rusakin komputer dan paling banyak dapat nilai 4 dipelajaran elektronika digital…..
Dimana sekarang pak..>?????
Alhamdulillah,sekarang saya udah punya perusahaan sendiri dimakassar dan bekerja sama dengan beberapa INstansi pemerintah Provinsi…Semuanya juga berkat pengajaran elmu Logika yang selalu diajarkan oleh bapak…trutama tentang gerbang-gerbang(hahahahahahaha…dulu satu kelas g ada yang nilainya diatas 5…hahahahahahaha…..)
dimana bapak sekarang…>>???????
infonya dong…?????
saya selalu online via YM dengan id : arman_cilik
Terima kasih banyak pak…..
Sampe sekarangpun masih banyak orang yang belum tahu tentang kelas-kelas IP…hahahahahahahaha…malah sekarang banyak yang g ngerti tentang perhitungan Subnetmask yang dulu selalu bapak berikan ketika SMK…..
Hebat,….!!!!!!!!!!
salam hangat………
Armanzah
By khalidmustafa, 21 December 2009 @ 06:12
Apa kabar Arman
Saya masih ingat kok siapa itu Arman, dengan badan tinggi + kurus yang termasuk paling susah diajarin Gerbang-Gerbang (yang terakhir ini gak kok…hehehe)
Saya sekarang di Depdiknas Jakarta
By Histiral, 18 January 2010 @ 17:52
Mas, sy bekerja sbg salah satu org staff di DPR RI Komisi X. Bisakah mas Khalid beri masukan tentang penting tidaknya Jardiknas dilanjutkan atau tidak? Mohon kirim aja ke email saya scr terstruktur.
1. Konsep
2. Pengembangan
3. Gagasan
4. Fakta Lapangan
5. Anggaran (rasional/tidak)
kesemuanya disertai dengan argumentasi yang kuat. Ini akan sy pergunakan untuk masukan Panja Jardiknas Komisi X. Trims.
Mohon disertai no hp spy bs saya hubungi.Penting sekali.
By khalidmustafa, 19 January 2010 @ 07:28
@Histiral, sudah saya kirim via email
By Ika, 30 January 2010 @ 19:25
Assalamu’alaikum mas aku minta kunci jawaban LKS Bersinar Agung Kelas 5 SD
By Ika, 30 January 2010 @ 19:27
Taktunggu cepat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(^_^)